Scroll untuk baca artikel
Berita

Danantara Raup Rp26,9 T dari Jualan Obligasi Dolar Perdana

webmaster
3
×

Danantara Raup Rp26,9 T dari Jualan Obligasi Dolar Perdana

Share this article
danantara-raup-rp26,9-t-dari-jualan-obligasi-dolar-perdana
Danantara Raup Rp26,9 T dari Jualan Obligasi Dolar Perdana

Jakarta, CNN Indonesia

Danantara Indonesia berhasil menghimpun dana US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,92 triliun (asumsi kurs Rp17.955 per dolar AS) dari penerbitan obligasi dolar AS perdana di pasar internasional.

Example 300x600

Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui unit usaha Danantara Investment Management (DIM) dan menjadi penerbitan obligasi dolar pertama sejak lembaga itu dibentuk pada Februari 2025.

Minat investor terhadap surat utang tersebut terbilang tinggi. Berdasarkan dokumen penawaran yang dilihat Reuters, total pemesanan mencapai lebih dari US$4,6 miliar hingga Kamis (11/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya permintaan membuat Danantara menaikkan nilai penerbitan obligasi dari target awal sekitar US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar.

Dana yang dihimpun berasal dari penerbitan dua seri obligasi, masing-masing senilai US$750 juta untuk tenor lima tahun dan US$750 juta untuk tenor 10 tahun.

Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil (yield) 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun menawarkan yield 5,95 persen.

Besarnya minat investor juga memungkinkan Danantara menurunkan tingkat imbal hasil akhir sebesar 35 basis poin dibandingkan panduan harga awal yang ditawarkan kepada pasar.

Sebelumnya, panduan awal menetapkan yield sekitar 5,70 persen untuk obligasi lima tahun dan 6,30 persen untuk obligasi 10 tahun.

Penerbitan obligasi ini menjadi salah satu ukuran minat investor asing terhadap aset Indonesia di tengah berbagai perhatian pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.

Sejumlah investor sebelumnya mencermati pelemahan nilai tukar rupiah, kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, serta semakin luasnya peran Danantara dalam perekonomian nasional.

Transaksi tersebut berlangsung beberapa hari setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam langkah di luar jadwal reguler untuk membantu menjaga stabilitas rupiah yang sempat menyentuh serangkaian titik terendah baru.

Berdasarkan dokumen penawaran, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk pendanaan investasi dan pembiayaan kembali utang yang sudah ada.

Obligasi tersebut dijadwalkan resmi diterbitkan pada 18 Juni 2026 dalam kerangka program Global Medium-Term Notes (GMTN) senilai US$5 miliar atau Rp89,71 triliun yang dimiliki Danantara Investment Management.

Sejumlah bank internasional dan regional terlibat sebagai penjamin emisi dan pengelola buku dalam transaksi tersebut, yakni Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.

[Gambas:Youtube]

(del/pta)

Add as a preferred
source on Google