Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Project Design Adalah: Pengertian dan Perannya dalam Program Penanaman

5
×

Project Design Adalah: Pengertian dan Perannya dalam Program Penanaman

Share this article
project-design-adalah:-pengertian-dan-perannya-dalam-program-penanaman
Project Design Adalah: Pengertian dan Perannya dalam Program Penanaman

LindungiHutan Insight

  • Project design adalah proses perancangan teknis proyek sebelum implementasi penanaman dilakukan.
  • Komponen utama yang dirancang: Pendekatan desain, pemilihan jenis tanaman, perhitungan jenis tanaman, output design.
  • Fungsinya, sebagai panduan agar program penanaman berjalan lebih tertata, terukur, terarah, dan optimal.

Pada program penanaman, memiliki lahan dan anggaran saja tidak cukup. Diperlukan rancangan teknis yang jelas agar pelaksanaan program dapat berjalan secara terarah dan optimal. Salah satu rancangan teknis yang dibutuhkan dalam program penanaman adalah project design.

Project design berfungsi sebagai panduan agar program penanaman berjalan lebih tertata dan terukur. Rancangan teknis yang jelas sejak awal, membantu meminimalkan risiko, serta membuat proses persiapan hingga pelaksanaan di lapangan berjalan lebih efektif.

Example 300x600

Adapun program penanaman merupakan salah satu pengembangan proyek berbasis Nature-Based Solution (NBS) untuk mendukung pengurangan emisi, konservasi ekosistem, serta penciptaan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Apa itu Project Design?

Project design adalah proses perancangan teknis proyek sebelum implementasi penanaman dilakukan, yang disusun setelah feasibility study. Proses ini mencakup penentuan lokasi penanaman, pemilihan serta perhitungan jenis tanaman, hingga metode pelaksanaan.

Setiap rancangan disusun berdasarkan hasil analisis pada tahap feasibility study. Contohnya, pada penentuan lokasi penanaman, mengacu pada analisis kondisi biofisik lokasi seperti tanah, iklim, topografi, dan tutupan lahan.

Sementara itu, pemilihan jenis tanaman didasarkan pada analisis kesesuaian spesies, sedangkan metode pelaksanaan mempertimbangkan identifikasi risiko dan keterbatasan teknis di lapangan.

Dengan demikian, project ini bukan sekadar gambar atau peta, melainkan cetak biru teknis yang menjadi panduan menyeluruh dalam pelaksanaan program penanaman.

Apa Saja yang Dirancang dalam Project Design Program Penanaman?

Terdapat empat komponen utama yang dirancang dalam project design program penanaman, sebagai berikut:

1. Pendekatan Desain

Komponen pendekatan desain, dirancang berdasarkan rekomendasi desain tanam sederhana yang mengacu pada data historis, analisis spasial dan ekologi lokasi, serta zonasi lahan.

2. Pemilihan Jenis Tanaman

Komponen pemilihan jenis tanaman, dirancang berdasarkan hasil poin analisis kesesuaian vegetasi dan tapak.

3. Perhitungan Jenis Tanaman

Komponen perhitungan jenis tanaman, dirancang berdasarkan estimasi jarak tanam standar yang disesuaikan dengan kerapatan dan kondisi aktual serta presisi yang berbasis zonasi juga layout spasial.

4. Output Design

Komponen outout design dirancang berdasarkan peta desain 2D serta rekomendasi jenis dan jumlah pohon. Selain itu, komponen ini juga dapat disesuaikan dengan desain kostum, dengan ketentuan desain terbatas dan memerlukan diskusi lebih lanjut.

Seperti Apa Output dari Project Design?

Output yang dihasilkan berupa desain penanaman dalam bentuk peta 2D yang memuat rekomendasi jenis tanaman, jumlah pohon per zona, rencana penanaman dan pemeliharaan, serta rekomendasi metode monitoring pascapenanaman.

Mengapa Project Design Perlu Dibuat Sebelum Implementasi?

Project ini perlu dibuat sebelum implementasi untuk menghindari program penanaman berisiko tidak terarah. Berikut perbedaan jika menggunakan dan tidak menggunakan project design saat melakukan program penanaman.

Tanpa project design:

  • Tidak ada panduan teknis yang jelas di lapangan
  • Pemilihan tanaman bisa tidak sesuai kondisi lokasi
  • Jumlah tanaman tidak terhitung dengan presisi
  • Tidak ada rencana pemeliharaan yang terstruktur
  • Tidak ada monitoring untuk memantau tanaman setelah program selesai

Dengan project design:

  • Pelaksanaan di lapangan punya acuan teknis yang jelas
  • Setiap keputusan penanaman berbasis data, bukan asumsi
  • Pemilihan jenis tanaman tepat dengan kondisi lokasi
  • Jumlah tanaman pas
  • Rencana pemeliharaan yang terstruktur
  • Mendapat data dan laporan monitoring
Infografis Project Design untuk Program Penanaman

Baca Juga: Mengapa Project Design Program Penanaman Harus Berbasis Feasibility Study

Pelajari Project Design untuk Program Penanaman

Project design menjadi salah satu rancangan teknis yang dibutuhkan dalam program penanaman. Oleh karena itu, perlu untuk mempelajari tentang project design guna menghindari program penanaman berisiko tidak terarah.

Namun, sebelum mempelajarinya, pelajari terlebih dahulu feasibility study, karena design hanya dapat dirancang berdasarkan hasil analisis feasibility study.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan