Scroll untuk baca artikel
GenZ

Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal ini Setiap Stok Sabarmu Kian Menipis!

2
×

Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal ini Setiap Stok Sabarmu Kian Menipis!

Share this article
daripada-emosi-dan-menangis,-ingat-4-hal-ini-setiap-stok-sabarmu-kian-menipis!
Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal ini Setiap Stok Sabarmu Kian Menipis!

Begini cara meregulasi emosi, biar kamu tetap sabar dan nggak merugikan diri sendiri!

Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal ini Setiap Stok Sabarmu Kian Menipis!

Example 300x600

Sabar, sabar ini ujian~ | Photo by Riccardo Mion via unsplash.com

Pernahkah kamu menilai seberapa jauh kamu bisa bersabar? Mungkin jawabannya “tergantung …” Yap, tergantung sampai mana ‘sesuatu’ menguji kesabaranmu. Banyak orang menganggap kalau kesabaran itu hal yang mudah diucapkan pada orang lain, misalnya aja “sabar, ya!”

Tapi ternyata sulit untuk dijalani sendiri. Sebenarnya, kemampuan bersabar tiap orang berbeda-beda. Tergantung pengalaman, proses regulasi emosi, dan ketahanan seseorang menghadapi tekanan.

Jadi jika ada orang lain yang udah nggak bisa bersabar, sementara kita masih merasa sanggup bersabar, bukan berarti orang lain itu nggak sabaran, ya. Biasanya orang yang sabar mereka mampu menahan emosi, pikiran, perkataan dan perilakunya. Nah, sebenarnya apa sih, yang bisa membuat kita bisa melatih kesabaran? Daripada mudah marah dan menangis pas kesabaran hampir habis, ingat beberapa hal berikut, ya!

1. Cerna situasi terlebih dahulu

Sabar..istighfar..

Saat rasa kecewa dan marahmu meledak, coba untuk tarik napas terlebih dahulu, lalu hembuskan. Inhale dan exhale beberapa kali sampai perasaanmu membaik. Kemudian, cerna situasinya terlebih dahulu. Sadari kalau memang nggak semua hal bisa berjalan sesuai keinginanmu. Dengan begitu, kamu bisa memahami situasi yang terjadi sebenarnya.

Sebuah realita dasar yang seharusnya dipahami dan diterima oleh tiap manusia adalah nggak semua harapan bisa jadi kenyataan dan nggak semua yang kita inginkan akan terwujud.

Namun pada nyatanya, ego dan emosi kita seringkali mengaburkan hal yang sangat mendasar tersebut, karena berharap semuanya bisa sempurna. Jadi, sebelum marah-marahmu terlewat batas atau menangis tragis, nggak usah mikir macem-macem dulu, catat dan ingat hal maha penting ini!

2. Jangan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi

Jangan mikir ke mana-mana dulu, ya. Nggak semua hal yang kamu takutin bakal kejadian, kok!

Usahakan tetap berpikir positif, ya! Nggak usah overthinking sama asumsi apapun. Ini nih, yang paling bisa bikin kita gampang ‘ambyar’ pas berusaha bersabar. Satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah memikirkan banyak hal dalam satu waktu dan isi kepala justru kemana-mana. Padahal belum tentu yang kita pikirkan akan terjadi.

Ketika pikiran sering nggak terkendali, menduga sesuatu, hingga menyimpulkan sesuatu sendiri sebelum benar-benar terjadi, membuat kita sulit bawannya marah. Padahal pikiran yang buruk bisa membuat kita mengatakan hal yang buruk, dan berakhir dengan keputusan yang buruk pula. Jadi sebelum terkena masalah yang lebih besar karena mengambil keputusan di bawah kendali emosi, usahakan untuk tetap berpikir positif dan tetap tersenyum biar ingat hal penting yang kedua ini.

3. Jangan terburu-buru berkata buruk apalagi mengeluarkan hinaan

Nggak semua kamarahan harus disertai perkataan buruk, ya.

Sebisa mungkin usahakan untuk bisa menjaga perkataan kita ketika marah, ya. Kalau kebablasan, salah-salah kata bisa jadi makin memperburuk situasi bahkan merugikan diri kita sendiri.

Omong-omong soal jaga perkataan, ini penting banget buat melatih kesabaran, terutama ketika menghadapi sesuatu yang sangat mengecewakan atau buruk sekali dampaknya. Namun dengan menjaga ucapan sejenak, setidaknya kamu sudah berusaha menyelamatkan diri kamu sendiri terhadap berbagai memori buruk yang mungkin akan kamu ingat di masa depan. Apalagi di tengah derasnya teknologi sekarang, banyak orang viral di media sosial karena tertangkap kamera sedang marah-marah di muka umum. Kemudian mereka jadi bahan perbincangan nasional.

Jadi sebelum kejadian drama seperti itu, coba ya jaga ucapan atas apa pun yang kamu rasakan, catat juga hal penting yang ketiga ini.

4. Berusaha menjaga perilaku

Upayakan tetap waras, meski hidup kadang terlalu keras | Photo by Gary Barnes via www.pexels.com

Perilaku itu respon atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi. Sebisa mungkin kita berusaha memberikan respon yang baik meski keadaan nggak baik-baik amat. Menahan perilaku buruk yang akan muncul adalah bentuk kesabaran yang levelnya baling tinggi. Kalau perilakunya baik, kemungkinan sikapnya juga baik, jadi akan lebih mudah untuk melatih kesabaran.

Good attitude is good behavior for a good person

Terakhir nih, kita ingat hal-hal maha penting ini ya! Supaya setiap stok kesabaran mulai menipis, kita tetap bisa restock sabar secara terus-menerus. Yang terpenting selalu berusaha untuk mengendalikan emosi, pikiran, dan bisa menjaga ucapan serta berperilaku yang baik. Kalau pun udah nggak bisa sabar lagi, setidaknya kita tetap bisa memahami konsekuensinya dengan baik. Nggak hanya bisa marah-marah dan memutuskan hal dengan gegabah atau menangisi keadaan tanpa melakukan perubahan.

Sabar ya, sabar ini memang ujian~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day