Scroll untuk baca artikel
Berita

Kim Yo Jong Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir

3
×

Kim Yo Jong Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir

Share this article
kim-yo-jong-tegaskan-korea-utara-tak-akan-lepas-senjata-nuklir
Kim Yo Jong Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir

Kim Yo Jong Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir

Indonesiainside id — Kim Yo Jong kembali menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat permanen dan tidak dapat dinegosiasikan.

Example 300x600

Dalam pernyataan yang dikutip Korean Central News Agency (KCNA), Kim Yo Jong menolak klaim pejabat Amerika Serikat yang menyebut isu denuklirisasi Korea Utara dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi AS-Tiongkok bulan lalu.

Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “kebohongan tanpa dasar” dan “rekayasa sepenuhnya.”

Menurut Kim Yo Jong, Pyongyang tidak memiliki niat membahas status nuklirnya dengan pihak mana pun karena hal tersebut berkaitan langsung dengan kedaulatan dan keamanan nasional.

“Status negara kami sebagai negara pemilik senjata nuklir adalah garis merah yang mutlak dan tidak dapat diubah serta kenyataan yang tidak terbantahkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengakuan atau tekanan dari negara lain tidak akan mengubah posisi Korea Utara.

“Tidak ada harapan atau retorika dari kekuatan eksternal yang akan mengubah hal itu,” katanya.

Kim Yo Jong juga mengkritik keberadaan militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Asia Timur.

Menurut dia, perluasan aliansi militer, latihan perang bersama yang melibatkan unsur nuklir, hingga pengerahan senjata strategis Amerika justru memperkuat alasan Korea Utara mempertahankan kemampuan nuklirnya.

Pernyataan itu juga menanggapi keputusan Washington yang menyetujui ekspor bom luncur presisi tinggi ke Korea Selatan.

Kim Yo Jong mengatakan negaranya akan terus memperkuat kemampuan pertahanan untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

“Kami tidak akan membiarkan pelanggaran keseimbangan kekuatan yang mengancam keamanan dan stabilitas regional,” ujarnya.

Pernyataan terbaru ini kembali memperlihatkan sikap keras Pyongyang terhadap tuntutan internasional terkait denuklirisasi Semenanjung Korea di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan.