indonesiainside.id — Musim panen buah musim panas menghadirkan pemandangan indah di wilayah pegunungan Al-Baha, Arab Saudi, ketika hamparan kebun dan lahan bertingkat dipenuhi aneka buah segar khas daerah tersebut.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), kebun-kebun di Al-Baha saat ini dipenuhi buah aprikot, plum, anggur, apel, almond, hingga hamat atau ara liar yang menjadi identitas pertanian lokal.
Pemandangan sawah bertingkat dan lereng pegunungan yang dipenuhi pepohonan buah menciptakan panorama musim panas yang khas sekaligus mencerminkan warisan pertanian yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Memasuki awal musim panen, para petani tampak sibuk merawat tanaman dan memantau tingkat kematangan buah untuk memastikan hasil produksi tetap berkualitas tinggi.
Keberhasilan pertanian buah di Al-Baha didukung kondisi alam yang dinilai ideal, mulai dari iklim sejuk, tanah subur, hingga kontur pegunungan yang cocok untuk berbagai jenis tanaman hortikultura.
Selain anggur dan aprikot, hasil panen unggulan musim panas wilayah ini meliputi pir, plum, apel, dan pisang.
Sementara itu, buah hamat tetap menjadi tanaman khas yang erat dengan lingkungan pegunungan Al-Baha, bersama pohon almond yang menjadi bagian penting dari warisan pertanian daerah tersebut.
Para petani optimistis musim ini akan menghasilkan panen melimpah berkat cuaca yang mendukung dan penerapan teknik pertanian yang lebih baik.
Mereka juga menilai sistem pertanian terasering menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lahan dan melestarikan kebun buah tradisional di wilayah Al-Baha.







