Scroll untuk baca artikel
Berita

Fujifilm dan Siloam Teken MoU untuk Majukan Layanan Medis Indonesia

webmaster
6
×

Fujifilm dan Siloam Teken MoU untuk Majukan Layanan Medis Indonesia

Share this article
fujifilm-dan-siloam-teken-mou-untuk-majukan-layanan-medis-indonesia
Fujifilm dan Siloam Teken MoU untuk Majukan Layanan Medis Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia

Fujifilm Indonesia resmi menggandeng Siloam International Hospitals melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mentransformasi layanan kesehatan di Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, Fujifilm berkomitmen memperkuat ekosistem kesehatan digital dan meningkatkan standar layanan kesehatan digital di Indonesia.

Example 300x600

Kolaborasi ini memadukan keahlian global Fujifilm di bidang teknologi pencitraan medis canggih dengan jaringan klinis milik Siloam. Kedua institusi berkomitmen menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang jauh lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Kemitraan strategis ini mencakup tiga pilar utama pelayanan, yakni penguatan kapabilitas klinis, pengembangan program pendidikan tenaga medis, serta penyelesaian berbagai isu kesehatan masyarakat. Seluruh inisiatif diarahkan untuk mengoptimalkan hasil perawatan pasien di tanah air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

President, Chief Executive Officer (CEO) and Representative Director of Fujifilm Corporation, Teiichi Goto, mengapresiasi kolaborasi erat yang terbangun dengan pihak Siloam. Sejak 90 tahun lalu, Fujifilm terus bertransformasi untuk menghadirkan inovasi teknologi pencitraan diagnostik yang mendukung perawatan pasien secara global.

Kerja sama kali ini dipandang sebagai model pembentukan masa depan pelayanan yang mengusung semangat kolaborasi (model of co-creation). Kontribusi yang diberikan mencakup seluruh lini, mulai dari aspek penegakan diagnosis dini hingga fase perawatan.

“MoU ini bukan sebuah tujuan akhir. Ini adalah fondasi, kami sepenuhnya berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang yang berkembang melalui berbagi pengetahuan, inovasi berkelanjutan, dan kepercayaan bersama,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan MoU di Jakarta, Rabu (20/5).

Goto memaparkan, salah satu fokus konkret dari kemitraan ini adalah komitmen Fujifilm untuk membangun lingkungan pelatihan medis yang terstruktur. Kedua belah pihak akan memfasilitasi pengajaran teknik endoskopi tingkat lanjut bagi para praktisi kesehatan di jaringan Siloam.

Inisiatif pengajaran medis tersebut turut melibatkan institusi pendidikan nasional seperti Universitas Pelita Harapan (UPH). Langkah ini dirancang secara terpadu untuk mencetak generasi baru profesional kesehatan Indonesia yang kompeten dan adaptif.

Di samping itu, Fujifilm juga menunjukkan komitmen sosialnya dalam merespons tantangan kesehatan masyarakat, khususnya penanganan kasus tuberkulosis.

Perusahaan akan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat rontgen portabel canggih yang terintegrasi dengan kecerdasan artifisial (AI). Teknologi pencitraan portabel ini diproyeksikan mampu memperluas akses penapisan klinis hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

“Kami melihat bahwa masa depan layanan kesehatan tidak lagi ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh bagaimana teknologi tersebut terintegrasi dalam sebuah sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi pasien dan tenaga medis. Melalui kemitraan ini, kami ingin mengambil peran yang lebih aktif dalam membentuk model layanan kesehatan yang adaptif, scalable, dan relevan dengan kebutuhan Indonesia di masa depan,” jelas Goto.

Di sisi lain, Chief Executive Officer Siloam Hospitals, Caroline Riady, menyambut baik kolaborasi bersama pemimpin pasar teknologi global tersebut. Menurutnya, transformasi layanan kesehatan yang berdampak luas tidak dapat diwujudkan secara optimal oleh satu institusi saja.

Sinergi bersama Fujifilm menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang Siloam dalam memperkuat kapasitas medis di seluruh jaringannya. Fokus utama ditekankan pada peningkatan keunggulan klinis serta pengembangan sumber daya manusia.

“Di Siloam, kami meyakini bahwa transformasi layanan kesehatan yang bermakna dimulai dari penguatan kapabilitas klinis, peningkatan standar layanan, serta perluasan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Salah satu inisiatif konkret yang akan segera direalisasikan adalah pembangunan Endoscopy Training Center di dalam jaringan rumah sakit Siloam. Pusat pelatihan inovatif tersebut ditargetkan menjadi platform strategis guna mendongkrak keahlian dalam prosedur gastroenterologi.

Fasilitas pendidikan klinis yang didukung teknologi Fujifilm ini nantinya tidak hanya difungsikan bagi internal dokter Siloam. Ke depan, akses pembelajaran tersebut akan dibuka untuk memperkuat kompetensi komunitas medis yang lebih luas di Indonesia.

Caroline berharap, kolaborasi jangka panjang dengan Fujifilm mampu memicu dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat banyak.

“Kemitraan ini juga mendukung aspirasi Siloam untuk menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran regional, sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berstandar internasional lebih dekat dari rumah tanpa perlu berobat ke luar negeri,” pungkas dia.

Di samping pusat pelatihan medis, kedua perusahaan juga berkolaborasi menerapkan teknologi AI klinis dalam alur kerja diagnosis sehari-hari. Integrasi sistem IT medis modern ini diharapkan bisa mendongkrak efisiensi operasional sekaligus menaikkan kualitas klinis faskes nasional.

Melalui kemitraan ini, Fujifilm Indonesia dan Siloam berperan sebagai katalis dalam mempercepat adopsi inovasi klinis dan membangun ekosistem kesehatan berbasis teknologi yang berorientasi pada hasil optimal bagi masyarakat Indonesia.

(rir)

Add as a preferred
source on Google