Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Starlink Naikkan Tarif Langganan Mulai Juni, Imbas Lonjakan Pengguna

webmaster
2
×

Starlink Naikkan Tarif Langganan Mulai Juni, Imbas Lonjakan Pengguna

Share this article
starlink-naikkan-tarif-langganan-mulai-juni,-imbas-lonjakan-pengguna
Starlink Naikkan Tarif Langganan Mulai Juni, Imbas Lonjakan Pengguna


Foto: Starlink

Teknologi.id SpaceX resmi mengumumkan penyesuaian harga langganan terbaru untuk layanan internet satelit mereka, Starlink, yang akan berlaku mulai 18 Juni mendatang. Kebijakan ini berdampak langsung pada hampir tiga juta pelanggan aktif di Amerika Serikat. Pihak manajemen berdalih langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas jaringan secara global.

Example 300x600

Manajemen Starlink menjelaskan bahwa peningkatan biaya operasional global menjadi pemicu utama di balik keputusan penyesuaian tarif ini.

Rincian Kenaikan Harga Langganan Starlink

Sebagian besar paket layanan Starlink mengalami kenaikan harga berkisar antara $5 hingga $10 per bulan. Dari seluruh layanan yang tersedia, hanya paket Roam 300GB yang tidak mengalami perubahan tarif, yakni tetap bertahan pada harga $80 per bulan.

Berikut adalah rincian perubahan tarif bulanan selengkapnya:

  • Residential 100 Mbps: Naik dari $50 menjadi $55.

  • Residential 200 Mbps: Naik dari $80 menjadi $85.

  • Residential Max: Naik dari $120 menjadi $130.

  • Roam 100GB: Naik dari $50 menjadi $55.

  • Roam Unlimited: Naik dari $165 menjadi $175.

  • Standby Mode: Naik dari $5 menjadi $10.

Baca juga: OpenAI Rilis Codex di Aplikasi ChatGPT Mobile, Programmer Bisa Pantau Proyek dari HP

Kepadatan Jaringan dan Tantangan Kecepatan Internet


Foto: Starlink

Kenaikan tarif ini terjadi di tengah lonjakan permintaan yang luar biasa besar di berbagai negara, di mana jumlah pelanggan aktif Starlink kini telah melesat hingga mencapai 2,7 juta pengguna.

Untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut dan menjaga stabilitas kualitas layanan, SpaceX mengklaim telah meluncurkan rata-rata 7,6 satelit generasi baru setiap harinya. Kendati demikian, padatnya lalu lintas jaringan membuat pemerataan kecepatan internet yang stabil masih menjadi tantangan besar.

Berdasarkan data terbaru dari Ookla, baru sekitar 44,7% pelanggan Starlink yang dapat menikmati kecepatan standar minimum yang ditetapkan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC). Performa ini dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan infrastruktur internet kabel serat optik (fiber optic).

Baca juga: OpenAI Ungkap Insiden Keamanan ChatGPT di Mac, Pengguna Diminta Segera Update

Dampak bagi Konsumen di Wilayah Terpencil

Kebijakan menaikkan harga secara berkala ini dinilai membuat Starlink mulai mengadopsi model bisnis yang serupa dengan penyedia internet tradisional. Langkah agresif ini memicu berbagai reaksi keras dari para pengguna di berbagai forum online.

Banyak pelanggan, khususnya yang berada di wilayah pelosok atau rural, merasa tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Minimnya alternatif provider internet lain di wilayah terpencil membuat sebagian besar pengguna terpaksa menerima penyesuaian tarif yang kian membubung demi bisa tetap terkoneksi dengan dunia digital.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)