Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Hashtag Instagram Sudah Tidak Berguna? Ini Cara Kerja Algoritma IG Sekarang

webmaster
2
×

Hashtag Instagram Sudah Tidak Berguna? Ini Cara Kerja Algoritma IG Sekarang

Share this article
hashtag-instagram-sudah-tidak-berguna?-ini-cara-kerja-algoritma-ig-sekarang
Hashtag Instagram Sudah Tidak Berguna? Ini Cara Kerja Algoritma IG Sekarang


Foto: SWA

Teknologi.id – Banyak pengguna Instagram belakangan ini bingung soal efektivitas hashtag. Ada yang bilang tagar sudah “mati”, tapi ada juga yang merasa postingannya tetap lebih ramai kalau pakai hashtag tertentu. Sebenarnya hashtag masih punya peran, cuma cara kerjanya sekarang sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Example 300x600

Kalau dulu hashtag bisa dibilang jadi senjata utama buat masuk ke halaman Explore atau menjangkau banyak orang, sekarang algoritma Instagram sudah jauh lebih pintar. Instagram tidak lagi cuma melihat hashtag yang kamu pasang, tapi lebih fokus pada bagaimana orang bereaksi terhadap konten tersebut, mulai dari durasi menonton sampai interaksi yang muncul. Meski begitu, hashtag sebenarnya masih berguna, cuma fungsinya sekarang berubah menjadi alat bantu navigasi bagi sistem.

Bukan Lagi Pemicu Utama Konten Jadi Viral

Salah satu kesalahan terbesar para kreator saat ini adalah menganggap hashtag bisa langsung bikin postingan viral. Padahal, kenyatannya tidak sesederhana itu karena algoritma Instagram modern lebih mementingkan kualitas interaksi (engagement).

Menggunakan banyak hashtag populer kini belum tentu membuat konten ramai, terutama jika pengguna langsung melewati konten tanpa memberikan interaksi. Itulah alasan kenapa sekarang banyak konten tanpa hashtag pun tetap bisa masuk halaman Explore atau FYP. Algoritma sekarang lebih membaca perilaku pengguna lewat beberapa hal ini:

  • Apakah orang langsung berhenti scrolling saat melihat videomu?

  • Apakah mereka menonton video tersebut sampai selesai?

  • Apakah mereka menyimpan (save) postinganmu?

  • Apakah mereka membagikannya (share) ke teman-teman lewat DM?

Baca juga: Instagram Rilis Fitur ‘Instants’ di DM, Berbagi Foto Spontan Tanpa Filter

Tiga Fungsi Utama Hashtag di Era Algoritma Baru


Foto: Freepik

Walau pengaruhnya tidak sekuat dulu, hashtag tetap punya beberapa fungsi penting agar kontenmu tidak salah sasaran di dalam sistem Instagram:

  • Membantu Instagram Memahami Isi Konten: Hashtag sekarang lebih membantu Instagram mengenali topik apa yang kamu unggah. Misalnya, kalau kamu mengunggah konten resep masakan dan memakai hashtag #reseprumahan, algoritma akan lebih mudah menghubungkan kontenmu dengan pengguna yang memang suka topik kuliner.

  • Mempermudah Konten Ditemukan Orang Baru: Sebagian pengguna masih suka mencari informasi atau tren tertentu lewat kolom pencarian hashtag. Kalau hashtag yang kamu pasang sesuai, peluang postinganmu buat ditemukan oleh orang baru tetap terbuka.

  • Mengarahkan Konten ke Audiens yang Sesuai: Instagram bekerja dengan sistem minat. Kalau kamu konsisten memakai hashtag seputar topik tertentu misalnya tentang parenting, Instagram akan mulai paham jenis audiens yang cocok dan lebih sering merekomendasikan kontenmu ke pengguna dengan minat serupa.

Baca juga: Meta Bersihkan Akun Bot Instagram, Jutaan Followers Selebriti Dunia Menghilang

Kenapa Hashtag Kadang Tidak Ngefek?

Banyak kreator merasa hashtag sudah tidak bekerja lagi karena mereka memakainya secara asal. Mulai dari kebiasaan copy-paste kumpulan hashtag yang sama di semua postingan, memakai tagar yang terlalu umum (seperti #fyp atau #viral), sampai memakai hashtag yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi video.

Hashtag yang terlalu luas justru bikin postinganmu gampang tenggelam karena tingkat persaingannya sangat tinggi. Selain itu, Instagram juga mulai mengurangi praktik spam hashtag yang dulu sering dimanipulasi orang-orang demi mengejar reach secara instan.

Berapa Jumlah Hashtag yang Ideal?

Sebenarnya tidak ada angka pasti yang paling benar. Ada akun yang tetap optimal hanya dengan 3 hashtag, ada juga yang bagus dengan 10–15 hashtag. Kuncinya bukan di jumlahnya, melainkan seberapa relevan hashtag tersebut.

Dibanding memasang 30 hashtag acak, jauh lebih baik mengombinasikan beberapa jenis tagar yang spesifik, seperti tagar kategori (niche), tagar komunitas, tagar deskriptif, hingga tagar merekmu sendiri.

Contoh: Kalau kamu punya bisnis kue, memakai hashtag yang terarah seperti #dessertjogja atau #tokokuejogja bakal jauh lebih efektif untuk menemukan pembeli potensial, dibandingkan harus bersaing di hashtag raksasa seperti #food atau #yummy.

Pada akhirnya, performa sebuah postingan di Instagram tetap kembali ke kualitas konten itu sendiri. Dibanding habis waktu mencari bocoran hashtag yang viral, sekarang saatnya fokus bikin hook menarik di 3 detik pertama, menaikkan kualitas video, dan menulis caption yang memancing orang buat berkomentar. Di era algoritma sekarang, hashtag hanyalah pendukung, sementara konten yang bikin orang betah menonton adalah kunci utamanya.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(wn/sa)