Scroll untuk baca artikel
Berita

Petarung MMA Indonesia Bertekad Bawa Pencak Silat Mendunia di UFC

webmaster
5
×

Petarung MMA Indonesia Bertekad Bawa Pencak Silat Mendunia di UFC

Share this article
petarung-mma-indonesia-bertekad-bawa-pencak-silat-mendunia-di-ufc
Petarung MMA Indonesia Bertekad Bawa Pencak Silat Mendunia di UFC

Jakarta, CNN Indonesia

Petarung MMA Indonesia, Yudi Cahyadi, bertekad membawa pencak silat mendunia di UFC. Yudi sedang berjuang menuju kompetisi tarung bebas bergengsi lewat Road to UFC.

Example 300x600

Yudi Cahyadi akan menghadapi atlet China, Xie Bin, pada Road to UFC di Galaxy Arena, Macau, Kamis (28/5). Satu kemenangan diproyeksikan dapat membuahkan kontrak UFC untuk wakil Merah Putih.

“Latar belakang beladiri saya sudah sejak kecil. Alhamdulillah pencak silat sudah jadi budaya di Indonesia. Ayah saya juga belajar silat tradisional. Jadi salah satu niat saya memang ingin membawa silat [ke pentas dunia],” kata Yudi dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pencak silat, Yudi yang berkompetisi di One Pride MMA mendalami bela diri lain seperti wushu, muay thai, sambo, hinga kun bokator. Ia menggabungkan seluruhnya menjadi kombinasi serangan sporadis kala bersua lawan.

“Untuk senjata andalan saya di striking, pukul-tendang. Pasti basic saya memang di striker. Andalan saya di pukul dan tendangan, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada kuncian saya bisa untuk mengunci lawan saya,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi juga menjadikan Jeka Saragih sebagai salah satu inspirasinya. Ia melihat sepak terjang Jeka di Road to UFC hingga tembus ke octagon UFC.

Jeka Saragih merupakan petarung MMA pertama Indonesia yang tampil di UFC. Atlet asal Simalungun itu menjalani tiga laga di Road to UFC dan tiga pertandingan di UFC dengan rincian dua UFC Vegas dan satu kali di UFC 316.

Di Road to UFC, Jeka Saragih menang dua kali dan kalah sekali. Lalu di ajang resmi UFC, Jeka menang dalam debutnya namun kalah di dua laga terakhir.

Rekam jejak ini jadi pelajaran bagi Yudi Cahyadi. Ia memperhatikan kelebihan dan kekurangan petarung Indonesia agar bisa bertahan di ajang pimpinan Dana White tersebut.

“Pastinya saya mempelajari dari segi kekalahan kemarin Jeka dan kemenangannya. Dari kemenangannya bagus, itu patut dicontoh dia dapat kemenangan banyak menang KO juga,” ujar dia.

“Tapi yang disayangkan dia kalah yang pertama di ground, dan itu menjadi pelajaran juga untuk fighter Indonesia harus pertajam di ground-nya, ground fighting. Dan untuk kekalahan yang KO-nya [lawan Joo Sang Yoo], saya juga pelajari harus lebih safety juga dari tinjunya, itu dia tangannya harus di atas gitu,” ia menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(sry/ikw/jal)

Add as a preferred
source on Google