Bola.com, Sleman – Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, masih belum mengetahui nasibnya musim depan setelah berhasil mengantarkan anak asuhnya menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026.
Kesuksesan Widodo Cahyono Putro tersebut dicapai setelah Garudayaksa FC menjegal PSS Sleman pada final melalui adu penalti dengan skor 4-3 (2-2) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Meskipun sukses membawa timnya meraih gelar juara, Widodo mengaku buta dengan masa depannya di klub yang berbasis di Kabupaten Bogor tersebut. Dia memilih menyerahkan nasibnya kepada manajemen klub.
“Semestinya, yang perlu ditanyakan adalah apakah saya masih akan melatih atau tidak. Jadi, saya masih belum tahu bagaimana status saya ke depannya,” ujar juru taktik yang sudah mengantongi lisensi AFC Pro itu.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Komposisi Pemain Bertahan
Selain nasibnya, Widodo juga menyebut dirinya belum bisa memastikan nama-nama pemain yang bakal dipertahankan pada musim depan. Sebab, ini akan dibahas dalam evaluasi bersama pihak manajemen.
“Tetapi, untuk fondasi tim, nanti kami serahkan kepada manajemen. Kalau kelanjutannya bagaimana, kami akan berbicara lagi dengan manajemen. Saya belum bisa menentukan berapa persen yang akan bertahan,” kata dia.
Sebelumnya, Widodo datang menukangi Garudayaksa FC pada Maret 2026 setelah meninggalkan Deltras FC. Dia ditunjuk untuk menggantikan Erwan Hendarwanto yang masih dalam masa pemulihan kesehatan.
Raih Gelar Juara
Selain itu, Widodo juga merasa gembira dengan pencapaiannya membantu Garudayaksa meraih gelar juara. Dia mengatakan, PSS Sleman telah memberikan perlawanan yang sengit kepada anak asuhnya hingga adu penalti.
“Kami sangat bergembira meraih gelar juara ini. Namun, kami juga sama dengan PSS, kita juara bersama. Karena, dalam sepak bola, yang utama itu bukan kalah menang, tetapi bagaimana kita menjadi saudara,” kata dia.
“Di mana kita membangun sepak bola, di situ ada persaudaraan. Ini penting agar sepak bola kita tambah maju. Ke depan, mudah-mudahan Garudayaksa dan PSS Sleman bisa berkembang dengan baik,” lanjut WCP.
Rekor Garudayaksa FC
Perjalanan Garudayaksa FC menuju kasta tertinggi memang cukup menarik. Pada musim lalu, klub ini masih bernama PSKC Cimahi. Setelah itu, klub tersebut diakuisisi investor baru dan mengubah namanya menjadi Garudayaksa FC.
Nama ini juga baru diresmikan pada Kongres PSSI 2025. Sepanjang musim 2025/2026 ini, mereka mencatatkan rekor yang cukup impresif karena mengukir 15 kemenangan, 10 imbang, dan 3 kekalahan.
Tim beralias Spirit of Garuda itu sebelumnya sudah dipastikan promosi setelah menumbangkan Persikad pada laga terakhir Grup Barat dan memuncaki klasemen akhir dengan koleksi 52 poin dari 27 pertandingan.


:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5663971/original/018955300_1778332450-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-13.JPG)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5666311/original/076093700_1778358724-20260509AA_Final_Pegadaian_Championship-2.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5664204/original/074297000_1778334438-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-03.JPG)


