Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Meta Bersihkan Akun Bot Instagram, Jutaan Followers Selebriti Dunia Menghilang

webmaster
5
×

Meta Bersihkan Akun Bot Instagram, Jutaan Followers Selebriti Dunia Menghilang

Share this article
meta-bersihkan-akun-bot-instagram,-jutaan-followers-selebriti-dunia-menghilang
Meta Bersihkan Akun Bot Instagram, Jutaan Followers Selebriti Dunia Menghilang

Foto: Magnific/ natanaelginting

Example 300x600

Teknologi.id  Pengguna Instagram di seluruh dunia tengah dihebohkan oleh fenomena penurunan jumlah pengikut (followers) secara drastis dalam beberapa hari terakhir. Kejadian yang dijuluki netizen sebagai “The Great Purge of 2026” ini memicu kepanikan massal, mulai dari pengguna biasa, influencer, hingga megabintang global yang kehilangan jutaan pengikut hanya dalam waktu singkat.

Banyak pihak awalnya menduga bahwa penurunan ini disebabkan oleh gangguan algoritma atau bug pada sistem internal Instagram. Namun, Meta selaku induk perusahaan memastikan bahwa fenomena ini bukanlah sebuah kesalahan teknis, melainkan langkah proaktif yang disengaja.

Proses Pembersihan Akun Bot dan Tidak Aktif

Juru bicara Meta menjelaskan bahwa penurunan jumlah followers tersebut merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun bot, profil spam, dan akun yang sudah lama tidak aktif di platform Instagram. Langkah agresif ini diambil untuk menjaga kesehatan komunitas dan memastikan bahwa interaksi yang terjadi di dalam platform bersifat autentik.

“Proses ini bertujuan untuk menjaga komunitas Instagram tetap sehat dan autentik. Karena itu, pengguna mungkin melihat perubahan pada jumlah followers,” ungkap perwakilan Meta.

Perusahaan yang berbasis di Menlo Park ini juga menegaskan bahwa akun yang benar-benar aktif tidak akan terdampak. Selain itu, akun yang sempat ditangguhkan namun berhasil diverifikasi nantinya akan kembali dihitung ke dalam jumlah pengikut setelah proses verifikasi selesai.

Baca juga: Instagram Batasi Akun Repost, Konten Original Kreator Kini Diprioritaskan

Megabintang Dunia Jadi Korban Terbesar

Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @christiano

Akun-akun dengan jumlah pengikut raksasa menjadi yang paling terdampak, karena secara alami mereka menarik jutaan akun bot yang diciptakan oleh sistem otomatis. Berdasarkan data dari layanan pemantau pihak ketiga seperti Celebrity Radar dan BPT Scans, sejumlah nama besar mengalami penurunan angka yang fantastis:

  • Kylie Jenner: Dilaporkan kehilangan sekitar 15 juta pengikut, menyisakan angkanya di kisaran 385 juta.
  • Cristiano Ronaldo: Kehilangan sekitar 7 hingga 9 juta pengikut. Meski turun ke angka 664 juta, Ronaldo tetap menyandang status sebagai orang dengan pengikut terbanyak di dunia.
  • Lionel Messi: Mengalami penurunan sekitar 4 hingga 5 juta pengikut.
  • Ariana Grande dan Selena Gomez: kehilangan masing-masing 6 juta pengikut.
  • Grup K-pop Blackpink: kehilangan lebih dari 10 juta pengikut di akun grup mereka. Member Blackpink seperti Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo juga tercatat kehilangan ratusan ribu hingga jutaan pengikut.

Dampak bagi Kreator dan Influencer Indonesia

Fenomena “The Great Purge” ini juga dirasakan kuat oleh pengguna di Indonesia. Di media sosial X (sebelumnya Twitter), banyak pengguna lokal mengeluhkan kehilangan puluhan hingga ratusan pengikut dalam sekejap. Hal ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi para kreator konten dan influencer yang mengandalkan jumlah pengikut sebagai tolok ukur monetisasi dan kerja sama dengan merek (brand).

Di era media sosial saat ini, jumlah followers masih menjadi faktor penentu dalam distribusi konten lewat algoritma. Namun, para ahli industri melihat sisi positif dari pembersihan ini. Dengan hilangnya akun-akun palsu, data keterlibatan (engagement) yang diterima oleh pemilik merek dan pengiklan akan menjadi lebih transparan dan akurat.

Baca juga: Instagram Perbarui Fitur Insights, Kreator Kini Bisa Tahu Alasan Konten Sepi Views

Pentingnya Autentisitas di Masa Depan

Meta menekankan bahwa rutinitas ini penting agar ekosistem iklan dan kolaborasi di Instagram tetap jujur. Meskipun angka total mungkin terlihat menurun, nilai jangkauan autentik seorang kreator justru akan meningkat di mata pengiklan yang kini lebih memprioritaskan interaksi nyata daripada angka pengikut yang digelembungkan oleh bot.

Proses pembersihan massal tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna media sosial bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kualitas interaksi manusia tetap menjadi prioritas utama bagi platform besar seperti Instagram.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(yna/sa)