Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Pelajar Indonesia Temukan Celah Keamanan NASA, Raih Pengakuan Global

webmaster
2
×

Pelajar Indonesia Temukan Celah Keamanan NASA, Raih Pengakuan Global

Share this article
pelajar-indonesia-temukan-celah-keamanan-nasa,-raih-pengakuan-global
Pelajar Indonesia Temukan Celah Keamanan NASA, Raih Pengakuan Global


Foto: Garuda TV

Teknologi.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh talenta muda Indonesia di kancah global. Dua pelajar asal Sulawesi Selatan dan Jawa Barat berhasil mendapatkan pengakuan resmi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah sukses menemukan celah keamanan (bug) dalam sistem digital lembaga tersebut.

Example 300x600

Keduanya berhasil membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menembus pertahanan siber salah satu badan antariksa paling mutakhir di dunia.

Tembus Hall of Fame NASA Lewat Program VDP

Pencapaian ini diraih melalui Vulnerability Disclosure Program (VDP), sebuah inisiatif yang secara khusus menantang para praktisi keamanan siber (cybersecurity) untuk mencari kelemahan dalam sistem milik NASA.

Rehan, seorang siswa dari SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan, memutuskan untuk menjajal kemampuannya dalam program ini pada Januari 2026. Awalnya, ia sempat ragu bisa menemukan celah di sistem milik lembaga yang baru saja mengirim awak mengitari Bulan tersebut. Namun, ia berpegang pada prinsip bahwa setiap sistem pasti memiliki celah.

“Alhamdulillah, saya bisa sampai pada tahap mengambil username dari website NASA. Atas dedikasi ini, saya mendapatkan apresiasi resmi dan nama saya tercatat dalam Hall of Fame NASA,” ungkap Rehan

Baca juga: Pelajar SMA di Purwokerto Ciptakan Becak Listrik “E-Cak”, Kecepatan Hingga 40 Km/Jam

Belajar Autodidak Bermodalkan Ponsel

Rehan pada dunia teknologi informasi sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP. Ia mulai mendalami ilmu keamanan siber murni secara autodidak melalui mesin pencari Google dan video YouTube.

Perjalanannya cukup menantang karena ia awalnya hanya belajar menggunakan telepon seluler. Melihat dedikasi dan kegigihannya, kedua orang tua Rehan pun memberikan dukungan penuh dengan membelikannya sebuah laptop untuk memfasilitasi proses belajarnya.

Keahlian Rehan ternyata sudah diakui di berbagai institusi. Selain dari NASA, ia tercatat pernah menerima apresiasi dari sejumlah pihak bergengsi, antara lain:

  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

  • TU Dresden (Jerman).

  • University of Oslo (Norwegia).

  • San Diego State University (Amerika Serikat).

Ke depannya, Rehan berkomitmen untuk terus mengasah kemampuannya agar bisa meniti karier yang sukses di bidang keamanan siber sekaligus membanggakan keluarganya.

Baca juga: Prestasi Gemilang! Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade AI Dunia 2025

Kekuatan Komunitas dan Target Beasiswa Singapura

Foto: RRI

Kisah inspiratif lainnya datang dari Firoos Ghathfaan Ramadhan, seorang siswa kelas 8 di SMP IT Alamy Subang, Jawa Barat. Firoos turut mendapatkan apresiasi dari NASA setelah berhasil menemukan kelemahan sistem menggunakan pendekatan yang berbeda.

Ia memanfaatkan teknik Open Source Intelligence (OSINT), yakni metode pengumpulan dan analisis informasi dari berbagai sumber terbuka di internet. Berbeda dengan Rehan yang belajar mandiri, Firoos mengasah kemampuannya secara kolektif bersama komunitas siber spectra.id.

“Aku tuh bareng teman-teman dari komunitas spectra.id. Kami belajar bareng dan nge-Zoom bareng. Pas dapatnya (celah keamanan) juga barengan, tapi memang ada juga teman yang temuannya ditolak oleh NASA,” cerita Firoos.

Motivasi Firoos mengikuti ajang internasional ini ternyata sangat terarah. Ia sedang mengumpulkan portofolio gemilang untuk mengejar ASEAN Scholarship, sebuah program beasiswa bergengsi yang ia incar agar bisa melanjutkan pendidikan jenjang SMA di Singapura.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)