Bola.com, Jakarta – Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, diundang secara virtual dalam siniar The Howie Games yang tayang di YouTube pada Kamis (30/4/2026).
Arsitek asal Australia itu mengingat kembali terkait apa yang terjadi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025.
Mark Howard, jurnalis yang memandu siniar itu, menceritakan kembali hasil Irak bersama Arnold yang menang 1-0 atas Timnas Indonesia dan imbang 0-0 kontra Arab Saudi.
Klasemen akhir Grup B menempatkan Arab Saudi sebagai juara grup dan berhak lolos ke Piala Dunia 2026, Irak sebagai runner-up dan mendapatkan tiket ke putaran kelima, sedangkan Timnas Indonesia tersingkir.
Arab Saudi dan Irak sama-sama mendulang empat poin, namun unggul produktivitas gol 3-2 dibanding 1-0. Arnold mengklaim adanya perubahan aturan dalam menentukan posisi di klasemen.
“Mereka memang lolos. Kami memiliki selisih gol yang sama dan poin yang sama. Mereka mencetak gol lebih banyak, dan aturan penentuan diubah menjadi jumlah gol terbanyak,” ujar Arnold.
“Mereka mencetak tiga gol, kami mencetak satu gol. Jadi, meskipun selisih gol dan poin sama, Arab Saudi lolos karena mencetak lebih banyak gol dibanding kami,” jelasnya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Prihatin dengan Timnas Indonesia
Lewat perjuangan luar biasa, Irak tetap bisa melaju ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Uni Emirat Arab (UEA) 3-2 lewat dua leg pada putaran kelimat.
“Pada titik itu, Arab Saudi langsung lolos ke Piala Dunia. Anda harus menjalani play-off tambahan, yang akan kita bahas nanti, dan itu situasi yang luar biasa,” tutur Arnold.
Arnold merasa prihatin dengan Timnas Indonesia yang seolah dikerjai. Dia bercerita mengenai kejanggalan yang terjadi dalam penunjukkan tuan rumah putaran keempat.
“Ya, saya harus mengatakan bahwa pada babak play-off itu saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil,” imbuh Arnold.
Dapat Kabar Digelar di Tempat Netral, Bukan di Qatar dan Arab Saudi
AFC menetapkan Qatar sebagai penyelenggara Grup A dan Arab Saudi untuk Grup B putaran keempat. Keadaan ini menguntungkan kedua negara karena bermain di kandang.
Padahal, dalam undian Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Arnold yang kala itu masih menangani Timnas Australia, mendapatkan kabar bahwa putaran keempat akan digelar di tempat netral.
“Mereka harus bermain di Arab Saudi dan di Qatar. Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa play-off akan dimainkan di tempat netral,” ucap Arnold.
“Namun, saat undian resmi dilakukan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah. Saya sempat berpikir itu kabar baik karena kami berharap bisa menjadi tuan rumah,” jelasnya.
Tuan Rumah Bukan Berdasarkan Ranking FIFA
Sebelum undian putaran keempat dilakukan, berdasarkan ranking FIFA pada saat itu, Irak seharusnya mendapatkan jatah untuk menjadi tuan rumah, bukan Arab Saudi.
“Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Namun entah bagaimana Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut,” ungkap Arnold.
Arnold mengungkapkan beberapa masalah yang dihadapi Timnas Indonesia di putaran keempat. Tim berjuluk Skuad Garuda itu tiba di Arab Saudi pada 6 Oktober 2026 untuk memainkan partai pertamanya kontra tuan rumah pada tiga hari berselang.
“Kemudian Indonesia datang pada hari Senin, beberapa pemain bahkan baru tiba hari Selasa, dan mereka harus langsung bermain pada Rabu malam melawan Arab Saudi,” tutur Arnold.
Arab Saudi Diuntungkan, Timnas Indonesia dan Irak Dirugikan
Sebagai tuan rumah, Arab Saudi mendapatkan keuntungan. Sesudah menghadapi Timnas Indonesia, Salem Al-Dawsari dkk. mendapatkan waktu istirahat selama enam hari sebelum menjalani partai keduanya.
Sedangkan Timnas Indonesia, hanya diberikan jeda waktu tiga hari sebelum melawan Irak yang berujung kalah 0-1.
“Setelah itu kami menghadapi Indonesia pada Sabtu malam dan berhasil menang. Sementara itu, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam hingga tujuh hari, sedangkan kami hanya memiliki jeda dua hingga tiga hari setelah pertandingan melawan Indonesia sebelum harus menghadapi Arab Saudi,” ucap Arnold.
Sumber: YouTube The Howie Games

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5370866/original/094937200_1759583992-000_34LY2D7.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375577/original/072162800_1759953328-AP25281694338788.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4948866/original/033807900_1726820530-000_36FZ29W.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1868564/original/020166500_1690123525-Bola.com_-_Foto_Muhammad_Adi_Yaksa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1915562/original/048675000_1768907441-Foto.jpg)



