Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh

177
×

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh

Share this article
mencicipi-lezatnya-kuliner-khas-aceh-di-mie-&-nasi-goreng-bardi-banda-aceh
Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh

Makan. Makan dan Makan. Satu kata yang kudu diulang-ulang saat kita sedang bepergian ke satu daerah yang notabene bakal jarang kita datangi. Begitu yang saya rasakan saat berada di Banda Aceh. Mengikuti beberapa usulan yang diberikan, saya dan suami akhirnya mencicipi lezatnya kuliner khas Aceh di Bardi Mie & Nasi Goreng yang berada di Lamlagang, kota Banda Aceh.

Menuntaskan rangkaian kunjungan di hari ke-2 saya berada di Banda Aceh, saya bersegera kembali ke Kyriad Muraya Hotel untuk menjemput suami dan makan malam bersama. Meski sehari sebelumnya, suami sudah mencoba mie aceh di rumah makan legendaris Mie Aceh Rajali Peunayong yang jaraknya tak jauh dari hotel, malam itu dia tetap ingin mencoba mie aceh tapi di tempat yang berbeda.

Example 300x600

“Kuahnya itu loh bisa beda-beda antara tangan satu dengan tangan lainnya. Kadang malah nemu yang lebih pas di lidah di warung-warung biasa yang belum terkenal atau yang lebih dulu populer.”

Saya mahfum dengan pendapat suami di atas. Sering banget malah nemu kondisi seperti ini. Ada aja waktunya nemu kuliner dengan “sentuhan” berbeda meski sajiannya sama atau sejenis.

Permintaan ini saya sampaikan kepada Akmal, pendamping perjalanan saya selama di Aceh. Akmal pun kemudian mantab merekomendasikan Mie & Nasi Goreng Bardi yang ada di daerah Lamlagang kota Banda Aceh. Sepanjang perjalanan, obrolan kami pun terisi dengan ragam khas lezatnya kuliner Aceh yang memang kaya dengan rempah-rempah. Sebuah kearifan lokal yang terus dilestarikan dan membuat setiap olahan masakan Aceh terasa begitu “nendang” di lidah. Termasuk kombinasi antara pedas, racikan bumbu unik, dan lezat sekaligus.

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Suasana di dalam rumah makan Mie & Nasi Goreng Bardi, Lamlagang, Banda Aceh

Tentang Aceh : Menelusur Kemegahan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Tulisan di spanduk atas “Terimong guenaseh katroh neu saweu tempat kamoe” yang artinya “Terimakasih sudah datang menjenguk kami” | Open kitchen yang berada di sisi depan rumah makan

Saya dan suami tiba di Mie dan Nasi Goreng Bardi, sesaat setelah rumah makan ini buka. Kesibukan persiapan menyambut tamu tampak terlihat. Tapi meskipun begitu, semua anggota tim yang berseragam rapi, terlihat bersahaja dan berwajah gembira menyambut kedatangan kami. Dari sisi depan, fasad rumah makan terlihat begitu menarik perhatian karena warna bangunan yang sudah terlihat dari kejauhan. Bahkan saat minim penerangan pun, saya yakin warna depan rumah makan mudah sekali memantul lewat cahaya.

Sesaat turun dari mobil saya melihat open kitchen yang berada di sisi terdepan rumah makan. Kuali besar, rak kaca yang menyimpan puluhan box dan berbagai sajian, tumpukan piring, kompor, wadah nasi, terlihat sudah rapi tertata. Suara desis gorengan ayam, rempah-rempah, dan ikan asin, langsung merangsek ke indera penciuman. Sungguh menggoda dan mendadak membangkitkan selera. Perut yang sudah keroncongan dan naga-naga yang bertengger di lambung langsung bergerak lincah.

Semesta sepertinya sudah siap dan berkenan menerima kami untuk mencicipi lezatnya kuliner khas Aceh di Mie dan Nasi Goreng Bardi, Lamlagang, kota Banda Aceh.

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Bebek dimasak gulai yang nikmat tiada dua. Kuah gulainya juga pas untuk jadi cocolan martabak telur

Tentang Aceh : Keajaiban Tsunami di Gampong Lampulo Banda Aceh

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Martabak telur khas Aceh dengan toping potongan bawang merah

Selangkan melewati dapur terbuka barusan, saya melihat sebuah ruang santap yang lumayan luas. Tata ruangnya sederhana aja. Meja-meja kayu tersebar disana-sini dengan dudukan plastik yang cukup banyak. Di setiap meja sudah tersedia semua peralatan makan yang biasa kita butuhkan. Di beberapa sudut digantungkan kipas angin karena memang restoran ini tidak berpendingin ruangan.

Beragam Hidangan Khas Aceh yang Memanjakan Rasa dan Lidah

Sesuai tujuan dan niat asal, suami langsung memesan mie aceh. Sementara saya memutuskan untuk mencoba bebek dimasak gulai dan martabak telur nya. Melengkapi apa yang sudah kami pesan, Mie dan Nasi Goreng Bardi menghadirkan juga potongan acar timun dan bawang merah. Kemudian ada Timpan. Penganan atau jajan pasar tradisional khas Aceh yang terbuat dari tepung ketan dengan isi parutan kelapa yang diolah manis lalu dibungkus oleh daun kelapa. Bentuknya kecil memanjang dan tampak sedikit oily saat disentuh. Kemudian ada perkedel berukuran sedang. Sayangnya perut saya sudah terlalu penuh untuk merasakan dua sajian ini.

Tak menunggu waktu lama, suami larut dalam jelajah rasa dari sepiring besar mie aceh. Diletakkan dalam sebuah piring beralaskan daun pisang yang terlihat masih segar, mie aceh yang suami pesan tampak begitu menyelerakan. Kuahnya pekat semakin membangkitkan selera yang sudah tercampur apik dengan potongan daging, sayuran, kacang, dan tentu saja rempah-rempah. Semua tuntas masuk periuk lambung suami yang tak henti memberikan compliment terbaik meski harus berkeringat dan menahan pedas.

Pesanan saya pun nikmat tiada tara. Kuah gulainya kaya rasa. Saya mendadak teringat dengan bumbu rendang tapi untuk gulai ini, meski lebih encer, daging bebeknya tampak sudah termarinasi sempurna. Saya sampai melumuri seluruh nasi dengan kuah gulainya. Termasuk menjadikan kuah ini sebagai bagian penting dari martabak telur yang saya pesan.

Martabak telurnya berbeda loh dengan yang biasa saya beli. Telur bebek yang didadar terlihat membungkus roti canai tipis nan gurih. Ada sedikit isian daging kari yang sudah dipotong-potong halus yang tercampur di dalam kocokan dadar tersebut. Martabak ini kemudian disajikan dengan topping potongan bawang merah yang segar.

Yang pasti saya sukses melahap sepiring besar nasi, dua potong bebek gulai dan sepiring martabak khas Aceh yang kelezatannya benar-benar di luar jangkauan ekspektasi. Saya kaget sendiri loh bisa menghabiskan semuanya. Bahkan nasinya pun tak tersisa barang sebutir. Padahal biasanya, lambung saya menjerit-jerit meski cuma dijejali nasi setengah piring dengan seporsi telur dadar. Rasa nikmat tampaknya sudah membius “kesadaran” saya. MashaAllah. Kenikmatan apa lagi yang saya dustakan.

Satu yang mantab saya referensikan. Jika teman-teman sedang berkelana, menjelajah kota Banda Aceh dan ingin menikmati kelezatan kuliner khas Aceh, berkuliner di Mie dan Nasi Goreng Bardi sangat saya referensikan. Yuk, kita angkat sajian khas Tanah Rencong sebagai bagian dari kehebatan kuliner nusantara sekarang dan nanti. Beritakan kepada dunia bahwa tanah air tercinta kaya akan budaya masakan yang patut dapat tempat istimewa di hati dan indera perasa bagi publik domestik maupun manca negara.

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh

Tentang Aceh : Nyak Mu. Legenda Tenun Songket Aceh

Mencicipi Lezatnya Kuliner Khas Aceh di Mie & Nasi Goreng Bardi Banda Aceh
Mie aceh yang sangat disukai suami. Bardi sudah mempersembahkan yang terbaik.