LindungiHutan Insight
- CSR untuk dampak karbon harus terukur dan terintegrasi dalam strategi ESG
- CSR, ESG, dan carbon management adalah tiga elemen yang saling terhubung
- Implementasi CSR yang kredibel memerlukan perencanaan, pelaporan transparan, dan mitra terpercaya
CSR merupakan salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan untuk masyarakat. Selain berbisnis, perusahaan juga harus mempunyai empati terhadap lingkungan serta masyarakat, dari segi sosial dan ekonomi.
Terdapat timbal balik antara perusahaan dan masyarakat, karena perusahaan membutuhkan masyarakat untuk melangsungkan keberlanjutan program lingkungannya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Alma Cantika Aristia (Produk Manager LindungiHutan), narasumber kedua pada forum edukasi Green Skilling vol. 29 yang diadakan oleh LindungiHutan, dengan tema “CSR to Carbon Impact: From Strategy to Implementation”.
Peran CSR untuk Dampak Karbon dan ESG untuk Pengurangan Emisi
Pembahasan terkait CSR dan ESG, dipaparkan oleh Regina Inderadi, selaku narasumber pertama di forum edukasi Green Skilling vol.29.
1. Peran CSR untuk Dampak Karbon
CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan suatu program nyata yang dilakukan oleh perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. Tujuannya untuk menjawab isu-isu sosial lingkungan.
Namun, CSR hanya sampai pada aktivitas, belum sampai ke dampaknya. Dampak yang bisa diuji dari hasil program CSR yaitu carbon impact (dampak karbon) yang dihasilkan perusahaan.
Jika carbon impact berkurang, berarti program lingkungan CSR sudah kredibel. Jika memiliki dampak yang kredibel, bisa menjadi nilai positif di mata para investor dan stakeholder (pemangku kepentingan).
2. Peran ESG untuk Pengurangan Emisi
ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan merupakan suatu program, tetapi sebuah framework (kerangka). ESG sebagai kerangka strategis dan sebagai suatu implementasi pada pengurangan emisi (decarbonization) sebagai dampak lingkungan.
Kerangka tersebut nantinya berguna untuk pelaporan seperti, apakah perusahaan sudah mengelola risiko dan peluang terkait dengan sustainability (keberlanjutan) secara terstruktur.
“Perusahaan perlu menyusun laporan ESG berdasarkan PSPK 2026 dari otoritas jasa keuangan, meliputi aspek lingkungan dan sosial, serta tata kelola, karena ESG dan pengurangan emisi menjadi bagian dari risiko bisnis”, ujar Regina.
“Laporan tersebut digunakan untuk memberikan penjelasan terkait dampak karbon dari perusahaan terhadap lingkungan, serta bagaimana CSR dari perusahaan dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi,” lanjut Regina.
3. CSR & ESG: Satu Kesatuan untuk Dampak Karbon dan Pengurangan Emisi
CSR dan ESG mempunyai peran yang berbeda tetapi memiliki satu logika yang berkelanjutan. ESG tanpa CSR dan carbon impact yang nyata, berisiko untuk dianggap sebagai green washing.
Greenwashing adalah pemasaran berlebihan dari perusahaan yang memberikan laporan palsu bahwa produk atau kebijakan mereka ramah lingkungan dan berkelanjutan, padahal tidak demikian.
CSR sebagai bentuk eksekusi di lapangan, carbon impact sebagai jembatan bahwa eksekusi bisa diukur serta dipertanggungjawabkan kepada stakeholder, dan ESG sebagai pengambil keputusan.
Terdapat satu strategi yang juga membantu CSR & ESG yaitu, carbon management. Carbon management bisa disebut dampak iklim (climate impact), yang berfokus pada pengukuran, pengelolaan, dan pengurangan emisi.

CSR, ESG, dan carbon management, merupakan three connected elements. CSR sebagai tindakan, carbon management sebagai bukti, dan ESG sebagai strategi.

Carbon management membantu ESG dan CSR untuk mengukur apakah program lingkungan tersebut sudah benar-benar mengurangi emisi. Adapun ESG, membantu mengintegrasi carbon management dan CSR ke dalam pengungkapan yang berstandar.
Baca Juga: Mengapa CSR Penting bagi Perusahaan & Manfaat Utamanya
Tipe-tipe program CSR yang dekat dengan isu emisi dan karbon

Terdapat 4 tipe program CSR yang dekat dengan isu emisi dan karbon. Tipe-tipe program CSR tersebut dipaparkan oleh Mbak Regina di menit 43:45, melalui webinar Green Skilling:
- Nature-based solutions (NBS): Programnya melalui edukasi dan kesadaran.
- Waste reduction & diversion: Programnya melalui general community development.
- Energy-related community program: Programnya melalui kesehatan dan kesejahteraan sosial.
- Sustainable agriculture: Programnya melalui pemberdayaan petani.
Bentuk-Bentuk Program CSR

Alma Cantika Aristia memaparkan 3 bentuk umum dari program CSR yaitu, filantropi, community development, dan community enterprise.
- Filantropi: Bentuk CSR yang paling dasar. Programnya berupa donasi untuk masyarakat.
- Community Development: Bentuk ini prosesnya sudah lebih komprehensif dengan melibatkan langsung masyarakat. Berfokus pada pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi lokal.
- Community Enterprise: Bentuk puncak dari program CSR. Berfokus mendorong masyarakat dengan pelatihan dan pendampingan untuk membentuk usaha mandiri sehingga memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Manfaat Program CSR Untuk Perusahaan

Terdapat 5 manfaat program CSR yang akan didapatkan perusahaan. Berdasarkan pemaparan dari Mbak Alma, berikut 5 manfaat tersebut:
- Memperoleh lisensi sosial dari masyarakat untuk beroperasi.
- Meningkatkan citra dan reputasi perusahaan: Lingkungan dan profit akan membentuk suatu sistem dan bisnis berkelanjutan.
- Memperkuat identitas produk itu sendiri.
- Membuka peluang kolaborasi dan investasi.
- Mendorong peningkatan nilai saham.
“CSR di era modern ini, sekarang mengacu pada triple bottom lines yaitu corporate social responsibility, unsur lingkungan, dan unsur ekonomi. Alasannya, karena lingkungan dan profit nantinya akan membentuk suatu sistem dan bisnis yang berkelanjutan,” tambah Alma.
Do’s and Don’ts Pengimplementasian CSR

Terdapat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan perusahaan dalam mengimplementasikan CSR, yaitu sebagai berikut:
- Harus menentukan tujuan CSR dengan indikator SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound).
- Harus menggunakan carbon calculation & impact report untuk mengukur dampaknya.
- Harus mendokumentasikan dampak secara kuantitatif & kualitatif.
- Harus mempublikasikan program secara visual dan berbasis data.
- Harus melibatkan mitra kredibel dan komunitas lokal.
- Harus terintegrasi dengan strategi net zero & ESG karena CSR adalah bagian dari ESG dan net zero.
- Jangan hanya mementingkan citra tanpa memberikan dampak yang terukur karena bisa berpotensi greenwashing.
- Jangan memberikan program CSR yang tidak kolaboratif karena dampaknya bisa rendah.
- Jangan mengabaikan regulasi dan tren global.
- Jangan melakukan CSR tanpa perencanaan jangka panjang.
- Jangan menyembunyikan publikasi hasil karena bisa mengakibatkan tidak adanya akuntabilitas.
Strategi Penerapan Program CSR LindungiHutan
Terdapat 3 strategi yang digunakan LindungiHutan pada program CSR, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

- Perencanaan: Pahami proses bisnis, identifikasi dampak aktivitas perusahaan, dan lakukan pemetaan sosial seperti masalah sosial dan kebijakan pemerintah.
- Pelaksanaan: Melibatkan stakeholder (pemangku kepentingan), dan kelola sumber daya, waktu, serta anggaran secara efektif.
- Evaluasi: Identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang perbaikan, dan mengukur dampak yang terjadi setelah kegiatan CSR.
Hal yang Akan Didapatkan Perusahaan Jika Melakukan Program CSR Bersama LindungiHutan
Jika Anda (perusahaan) mempercayakan program CSR bersama LindungiHutan, anda akan mendapatkan dashboard impact dan satu halaman khusus.
1. Dashboard Impact Report

Dashboard impact report berisi impact report atau laporan penanaman dengan rincian yang transparan dan mudah dipahami, tentang kegiatan penanaman, pendanaan, dan sorotan kemajuan proyek. Isian laporannya meliputi:
- Stakeholder mapping (pemetaan pemangku kepentingan): Berisi siapa saja stakeholder yang terlibat dalam kegiatan bersama LindungiHutan serta dampak yang diberikan dari masing-masing stakeholder.

- Valuasi ekonomi: Berisi tentang bagaimana proyek anda bisa menciptakan nilai finansial, meningkatkan keberlanjutan, hingga membangun perekonomian dan kehidupan masyarakat seperti bisa menjadi lahan mata pencaharian masyarakat.

- Penyelarasan dampak SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan): Berisi tentang bagaimana dampak yang diberikan akan selaras dengan nilai-nilai dan indikator yang ditargetkan.

- Perhitungan SROI (Social Return of Investment): Mengukur bagaimana pengembalian investasi sosial dan ekonomi yang telah dilakukan.

Baca Juga: Gunakan Dashboard Impact Report untuk Laporan Perusahaan
2. Halaman Khusus

Mendapatkan satu halaman khusus campaign yang ditulis secara transparan dan terbuka. Isinya meliputi:
- Jumlah pohon yang terkumpul.
- Jumlah emisi yang terserap.
- Laporan monitoring pertumbuhan pohon yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.







