Scroll untuk baca artikel
Berita

Pakar: Israel Sedang Dilema, Netanyahu Terus Ditekan untuk Menghentikan Perang

104
×

Pakar: Israel Sedang Dilema, Netanyahu Terus Ditekan untuk Menghentikan Perang

Share this article
pakar:-israel-sedang-dilema,-netanyahu-terus-ditekan-untuk-menghentikan-perang
Pakar: Israel Sedang Dilema, Netanyahu Terus Ditekan untuk Menghentikan Perang

Pakar: Israel Sedang Dilema, Netanyahu Terus Ditekan untuk Menghentikan Perang

Indonesiainside.id– Akademisi dan pakar urusan Israel, Dr. Mohannad Mustafa, menilai, Israel menghadapi dilema serius setelah serangan drone Houthi terhadap Tel Aviv. Dia memperkirakan tekanan pada pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk menghentikan perang di Gaza akan meningkat.

Example 300x600

Mustafa mengatakan, serangan terhadap Tel Aviv menegaskan melemahnya daya tangkal Israel dan kegagalan pemerintah, militer, serta intelijen. Serangan tersebut mengingatkan warga Israel pada peristiwa 7 Oktober lalu, yakni Operasi Taufan Al-Aqsa yang dilakukan oleh faksi perlawanan Palestina di Gaza terhadap Israel.

“Serangan terhadap Tel Aviv menciptakan dinamika baru bagi warga Israel karena kota ini merupakan pusat sosial, ekonomi, dan politik yang dihuni oleh orang-orang yang terbiasa hidup nyaman dan aman,” kata Mustafa, dikutip Aljazeera Arabic, Sabtu (20/7/2024).

Hal tersebut memicu perdebatan di Israel mengenai cara menghadapi serangan Houthi ini. Beberapa pihak berpendapat serangan langsung perlu dilakukan kali ini dan tidak menyerahkan masalah ini kepada Amerika.

Kekhawatiran Israel

Namun, beberapa warga Israel khawatir respon langsung terhadap Houthi akan mendorong mereka untuk meningkatkan serangan, serta membuka front baru terutama dengan Hizbullah di Lebanon, yang mungkin tidak bisa dihadapi oleh Israel dan intelijen serta militernya.

Mustafa mengatakan, para pemimpin Israel menghadapi dilema nyata hari ini. Jika membalas Houthi, Israel akan memicu kawasan tersebut. Namun jika tidak membalas, Israel akan menunjukkan kelemahan.

“Militer Israel akan meningkatkan tekanan pada Netanyahu untuk menghentikan perang di Gaza dan mencapai kesepakatan dengan perlawanan Palestina, karena menghentikan perang di Gaza akan menghentikan eskalasi di front lain,” tutur Mustafa.

Sementara, penulis dan analis politik Ali Haidar mengatakan, serangan terhadap Tel Aviv merupakan gambaran kecil dari apa yang mungkin terjadi jika konflik berkembang dengan front selatan Lebanon, di mana ratusan drone dan roket milik perlawanan Lebanon dapat diluncurkan.

Haidar memperkirakan, Israel mungkin akan merespons serangan Houthi di Yaman untuk menjaga citra dan pertimbangan internal. Namun, langkah tersebut dapat memicu Houthi untuk meningkatkan serangan terhadap Israel.

“Ada koordinasi dan dukungan antara front di Lebanon, Yaman, dan Irak, yang terlihat dari jenis target dan alat tempur yang digunakan. Serangan Houthi terhadap Tel Aviv bukanlah kebetulan di tengah perkembangan perang di Gaza,” ujar Haidar.