Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Memberdayakan Siswa Menjadi Pemecah Masalah Dunia Nyata | Edutopia

180
×

Memberdayakan Siswa Menjadi Pemecah Masalah Dunia Nyata | Edutopia

Share this article
memberdayakan-siswa-menjadi-pemecah-masalah-dunia-nyata-|-edutopia
Memberdayakan Siswa Menjadi Pemecah Masalah Dunia Nyata | Edutopia

Pada Akademi Amana di Alpharetta, Georgia, setiap tingkat kelas dari taman kanak-kanak sampai kelas delapan memiliki fokus tematik yang berlangsung selama satu tahun ajaran penuh dan diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran akademik. Di kelas delapan, siswa menyelidiki apa artinya menjadi “pembuat perubahan” dalam komunitas mereka dengan mengatasi masalah dunia nyata dan mempelajari bagaimana individu sepanjang sejarah telah membuat perbedaan. Mulai dari matematika hingga seni bahasa Inggris (ELA) hingga STEM, setiap kelas merangkai tema tersebut ke dalam kurikulum reguler mereka. Di ELA misalnya, siswa kelas VIII membaca buku Perpisahan dengan Manzanar, sebuah memoar tentang pengalaman seorang wanita muda dan keluarganya di kamp interniran Jepang di AS selama Perang Dunia II. Bagi penulis, menulis buku dan membicarakan pengalaman keluarganya adalah caranya menjadi pembuat perubahan. Di kelas STEM, siswa belajar tentang populasi tuna wisma di Atlanta—pertama membangun empati dengan membaca kisah orang-orang nyata, dan kemudian membantu mengatasi masalah tersebut dengan bermitra dengan organisasi nirlaba lokal, the Penghuni Rumah Gila, untuk membangun rumah kecil yang akan diberikan kepada keluarga atau individu setempat yang membutuhkan. Saat siswa Amana memasuki sekolah menengah atas, mereka semua diidentifikasi sebagai pembuat perubahan, dan mereka memiliki hak pilihan serta kepercayaan diri untuk membuat perbedaan—dalam kehidupan mereka sendiri dan kehidupan orang lain.