Berbuat baik kepada orang tua adalah bagian dari perintah Allah: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra [17]: 23) Karena itu, penting untuk menjaga adab terhadap keduanya.
INDONESIAINSIDE.ID – Menghormati dan berbuat baik kepada orang tua merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Berikut ini adalah 7 adab yang harus dimiliki oleh seorang anak terhadap orang tua berdasarkan ajaran Islam.
1. Mengetahui Bahwa Allah Memerintahkan Berbuat Baik kepada Orang Tua
Allah SWT berfirman:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra [17]: 23)
Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya berbuat baik kepada orang tua, terutama ketika mereka telah lanjut usia.
2. Memenuhi Panggilan Mereka dan Segera Membantu Kebutuhan Mereka
Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنْ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman [31]: 14-15)
Mengikuti dan memenuhi kebutuhan orang tua adalah bagian dari ketaatan, kecuali jika mereka memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama.
3. Menjaga Nama Baik Orang Tua dan Menghindari Perbuatan yang Menyebabkan Mereka Dihina
Rasulullah SAW bersabda:
مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ” قِيلَ: وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: “نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
“Termasuk dosa besar adalah seseorang menghina orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang menghina orang tuanya?” Beliau menjawab, “Seseorang mencaci maki ayah orang lain, lalu orang tersebut membalas mencaci ayahnya dan ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga nama baik orang tua adalah tanggung jawab anak. Hindari perbuatan yang bisa menyebabkan orang tua dihina oleh orang lain.
4. Menghindari Memotong Pembicaraan atau Menyalahkan Mereka
Menghormati orang tua termasuk dalam tidak memotong pembicaraan mereka atau menyalahkan mereka di hadapan orang lain. Adab ini menunjukkan penghormatan dan penghargaan kepada mereka.
5. Tidak Makan Sebelum Orang Tua
Menghormati orang tua juga berarti tidak makan sebelum mereka. Ini adalah salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan yang menunjukkan betapa pentingnya posisi mereka dalam keluarga.
6. Berkonsultasi dalam Semua Urusan dan Memanfaatkan Nasihat serta Pengalaman Mereka
Melibatkan orang tua dalam berbagai urusan menunjukkan penghormatan dan pengakuan terhadap kebijaksanaan mereka. Pengalaman hidup mereka sangat berharga dan bisa menjadi panduan dalam mengambil keputusan.
7. Melaksanakan Wasiat Mereka, Menyambung Silaturahmi, dan Mendoakan Mereka
Setelah orang tua meninggal, seorang anak masih memiliki kewajiban untuk melaksanakan wasiat mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat yang mereka cintai, dan selalu mendoakan mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: نَعَمْ، الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا، وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
“Seorang lelaki datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah masih ada kewajiban berbuat baik kepada orang tua setelah mereka meninggal?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya, mendoakan dan memohon ampun untuk mereka, melaksanakan janji mereka setelah mereka meninggal, menyambung silaturahmi yang tidak bisa tersambung kecuali dengan mereka, dan menghormati teman-teman mereka’.” (HR. Abu Dawud)
Menghormati dan berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap anak. Dengan melaksanakan tujuh adab ini, kita tidak hanya menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada orang tua, tetapi juga memenuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. (MBS)







