Scroll untuk baca artikel
Berita

8 Cara Mengobati Penyakit Adu Domba dan Fitnah

118
×

8 Cara Mengobati Penyakit Adu Domba dan Fitnah

Share this article
8-cara-mengobati-penyakit-adu-domba-dan-fitnah
8 Cara Mengobati Penyakit Adu Domba dan Fitnah

Penyakit adu domba atau fitnah adalah salah satu dosa besar yang dapat merusak hubungan antar sesama. Untuk mengatasi penyakit ini, diperlukan beberapa langkah penting yang bisa diambil oleh individu maupun komunitas.

INDONESIAINSIDE.ID – Kebiasaan mengadu domba atau fitnah merupakan penyakit hari yang sangat serius. Berikut adalah 8 cara mengobati penyakit adu domba:

Example 300x600

Pertama, Meningkatkan Kesadaran akan Pengawasan Allah (Muraqabah):

Orang yang melakukan adu domba perlu menyadari bahwa Allah selalu mengawasi segala tindak-tanduknya. Jika mereka benar-benar memahami bahwa Allah mengetahui setiap kata dan perbuatannya, mereka akan takut untuk melakukan adu domba.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang ghaib?” (QS. At-Taubah [9]: 78).

Kedua, Tidak Percaya Langsung pada Pembawa Fitnah:

Penting untuk tidak langsung percaya kepada orang yang membawa berita buruk atau fitnah. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujurat [49]: 6).

Contoh dari Ali bin Abi Thalib RA yang mengatakan: “Jika kamu benar, kami akan membencimu, dan jika kamu berbohong, kami akan menghukummu. Jika kamu mau, kami akan memaafkanmu.”

Ketiga, Menyatakan Penolakan terhadap Kemungkaran:

Menolak kemungkaran adalah wajib. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim).

Keempat, Membenci Pelaku Adu Domba karena Allah:

Kita harus membenci perbuatan adu domba karena Allah. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al-Qashash [28]: 77). Membenci perbuatan adu domba adalah bagian dari mencintai dan membenci karena Allah.

Kelima, Yakin bahwa Pelaku Adu Domba akan Membawa Keburukan Kembali kepada Anda:

Orang yang menyebarkan fitnah tentang orang lain akan melakukan hal yang sama tentang Anda. Oleh karena itu, penting untuk tidak memberikan ruang kepada pelaku adu domba agar mereka tidak merusak hubungan Anda dengan orang lain.

Keenam, Berbaik Sangka kepada Sesama Muslim:

Kita harus selalu berbaik sangka kepada saudara-saudara Muslim kita. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa” (QS. Al-Hujurat [49]: 12).

Ketujuh, Tidak Mengintai atau Mencari-cari Kesalahan Orang Lain:

Islam melarang keras perbuatan mengintai atau mencari-cari kesalahan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan, janganlah kalian saling memata-matai” (HR. Muslim).

Kedelapan, Tidak Menyebarkan Fitnah dari Pelaku Adu Domba:

Menyebarkan kembali fitnah yang didengar dari pelaku adu domba berarti menjadi bagian dari penyebar fitnah tersebut. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba” (HR. Bukhari dan Muslim). (Sumber: Sa’ad bin Sa’id Al-Hajri, “Al-Mufarriqun baina al-Ahibbah”)

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita dapat mengurangi dan mengobati penyakit adu domba dalam masyarakat kita. Ingatlah bahwa menjaga kehormatan dan hubungan baik dengan sesama adalah bagian dari ajaran Islam yang harus dijunjung tinggi. (MBS)