Menghadapi Kematian
Mengingat kematian adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.” Mengingat kematian membawa banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim, baik dari segi spiritual maupun kehidupan sehari-hari. Tulisan ini akan membahas 7 keutamaan mengingat kematian.
INDONESIAINSIDE.ID – Berikut adalah beberapa keutamaan mengingat kematian yang diambil dari berbagai sumber, termasuk dari kitab “Latha’ifu al-Ma’aarif” (2000: 99, 100) karya Ibnu Rajab Al-Hanbali.
Di antara keutamaan dari mengingat kematian adalah sebagai mana 7 poin berikut ini:
1. Mendorong Persiapan Diri
Mengingat kematian mendorong seseorang untuk selalu siap menghadapinya sebelum ajal tiba. Ini mengingatkan kita untuk selalu berada dalam keadaan taat dan menjauhi maksiat, serta meningkatkan ibadah dan amal shaleh.
2. Memendekkan Angan-Angan
Ketika kita sering mengingat kematian, kita menjadi sadar bahwa hidup ini sementara dan tidak selayaknya kita memiliki angan-angan yang panjang. Ini mengajarkan kita untuk hidup lebih realistis dan tidak terlalu bergantung pada dunia.
3. Menerima Rezeki dengan Qana’ah
Orang yang sering mengingat kematian akan lebih mudah menerima rezeki yang diberikan oleh Allah dengan hati yang puas (qana’ah). Mereka tidak akan rakus dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
4. Meningkatkan Zuhud
Mengingat kematian membuat seseorang lebih zuhud terhadap dunia, yaitu tidak terlalu mencintai dunia dan segala isinya. Ini mengarahkan hati kita untuk lebih fokus pada kehidupan akhirat yang kekal.
5. Meringankan Musibah Dunia
Kesadaran akan kematian membuat kita lebih tabah menghadapi berbagai musibah dan ujian di dunia. Kita menjadi sadar bahwa segala kesulitan di dunia hanyalah sementara.
6. Menjaga dari Kesombongan
Orang yang sering mengingat kematian akan terhindar dari sifat sombong dan berlebihan dalam menikmati kesenangan dunia. Mereka sadar bahwa semua kenikmatan dunia adalah fana dan tidak akan dibawa mati.
7. Membuat Semangat Mengejar Akhirat
Orang yang dalam kesehariannya suka mengingat kematian, dengan kesadarannya itu akan membuat hati bersemangat dalam mengejar akhirat. Hidupnya di dunia digunakan sebagai sarana untuk menyongsong kehidupan abadi di akhirat.
Kisah dan Hikmah
Dalam sebuah riwayat dari Abu Dzar yang dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya, disebutkan bahwa dalam kitab Musa terdapat nasihat:
“Sungguh aku heran dengan orang yang yakin akan kematian, bagaimana dia bisa bergembira. Sungguh aku heran dengan orang yang yakin akan neraka, bagaimana dia bisa tertawa. Sungguh aku heran dengan orang yang yakin akan takdir, bagaimana dia bisa bekerja keras. Sungguh aku heran dengan orang yang melihat dunia dan cepatnya perubahan dunia, bagaimana dia bisa tenang terhadapnya.”
Petuah Hasan Al-Bashri
Hasan Al-Bashri berkata, “Sungguh kematian telah merusak kenikmatan bagi orang-orang yang hidup dalam kemewahan, maka carilah kehidupan yang tidak ada kematian di dalamnya.” Ia juga berkata, “Mati telah mempermalukan dunia sehingga tidak ada lagi kebahagiaan bagi orang yang berakal.”
Syair tentang Kematian
Beberapa syair juga mengingatkan kita tentang kematian:
Ingatlah kematian, penghancur kenikmatan… dan bersiaplah untuk hari kematian yang akan datang
Wahai hati yang lalai dari mengingat kematian… sebentar lagi engkau akan bertemu dengan orang-orang yang sudah mati
Ingatlah tempatmu sebelum engkau tiba di sana… dan bertaubatlah kepada Allah dari kesenangan dan kenikmatan
Kematian memiliki waktu yang telah ditetapkan… maka ingatlah berbagai musibah dan saat-saat yang telah berlalu
Petuah Salafus Shalih
Ada salah seorang salaf yang berkata:
“Dua hal yang memutuskan kelezatan dunia dari diriku: mengingat kematian dan berdiri di hadapan Allah SWT.” Abu Darda’ juga berkata, “Cukuplah kematian sebagai pengingat dan cukuplah waktu sebagai pemisah. Hari ini di rumah, esok di kubur.”
Mengingat kematian merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga diri dari godaan dunia dan selalu mengarahkan hati kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesadaran untuk mengingat kematian dan menjadikannya sebagai pendorong untuk selalu berbuat baik dan taat kepada Allah SWT. (MBS)







