GenZ

7 Alternatif Jawaban yang Menohok Buat Membalas Orang yang Body-Shamingin Kamu

4
7-alternatif-jawaban-yang-menohok-buat-membalas-orang-yang-body-shamingin-kamu
7 Alternatif Jawaban yang Menohok Buat Membalas Orang yang Body-Shamingin Kamu

Menghadapi Body Shaming bisa dengan cara yang kalem tapi jawabannya menohok kayak gini!

7 Alternatif Jawaban yang Menohok Buat Membalas Orang yang Body-Shamingin Kamu

menghadapi body shaming via www.hipwee.com

Penampilan tanpa sadar menjadi hal pertama yang diperhatikan ketika bertemu seseorang. Ya, bentuk fisik seseorang tanpa sadar kerap membuat kita membuat penilaian yang berbeda. Syukur-syukur bila bisa menahan ucapan, tapi banyak juga yang nggak bisa menahan diri dan melontarkan komentar secara langsung. Meski mungkin nggak berniat menyakiti, tapi bisa jadi komentar itu menyinggung hati.

Perkara fisik memang sensitif. Mungkin dari kamu sendiri pernah merasakan mendapat komentar fisik yang menyakitkan atau bikin kadar percaya dirimu terjun bebas ke titik minus.

Buat kamu yang sering mendapat komentar body shaming, coba deh balas dengan kalimat ini. Biar mereka kicep!

1. Jawaban saat fisik dihina (body shaming)

Sesuai sama kalimat di gambar ini “mengejek fisik seseorang itu nggak ada lucunya. Gimana bisa kamu marah cuma karena penampilan tubuh seseorang terlihat berbeda?”

Body shaming orang lain karena komentar soal tubuh itu bisa melukai jauh lebih dalam daripada kelihatannya. Apalagi fisik adalah suatu pemberian Tuhan yang sebenarnya nggak bisa kita ubah, kecuali bagian tertentu dengan special case.

Makanya, ketika fisik kamu dihina, jangan langsung marah! Tapi coba katakan ini pada mereka:

  • “Aku gendut karena abis melahirkan dan untungnya dibahagiain sama suamiku. Kamu enggak, ya? Makanya kok rempong sendiri sama badan orang!”
  • “Aku kurus? Itu kan menurutmu. Makanya bahagia, biar nggak sibuk ngurusin badan orang!”
  • “Ih, kamu ngomentarin fisik aku? Hati-hati loh, kamu lagi ngomentarin ciptaan Tuhan”
  • “Kulitku hitam itu benar, tapi hatimu kayaknya lebih gelap, deh! Serem banget ya manusia sekarang”

2. Jawaban buat orang yang suka bahas jerawat kamu

Dikira orang berjerawat nggak usaha buat sembuh kali, ya?

Orang yang suka nyinggung soal jerawat kamu, apalagi di depan umum, udah jelas nggak punya empati! Mereka yang mengejek atau mejadikan jerawat kamu sebagai lelucon (padahal nggak lucu), kemungkinan nggak tahu gimana rasanya jadi acne fighter dan nggak paham seberapa besar usaha untuk menghilangkan jerawat yang membandel, tapi balik lagi dan lagi.

Biasanya mereka mengira kalau orang bisa berjerawat karena nggak pintar merawat kesehatan kulit wajah, kurang peduli sama tampilan muka, mengira kamu jorok, dan banyak kalimat body shaming yang bikin kamu makin nggak pede.

Kalau kamu udah capek banget buat diem, sesekali jawab omongan mereka dengan kalimat ini:

  • “Emang kalo mukaku jerawatan, ganggu kamu kah?”
  • “Mending punya jerawat, tapi nggak busuk hati kayak kau, ew!”
  • “Nggak semua yang kamu lihat di wajah orang perlu kamu komentarin”
  • “Bersyukur aja kamu dikasih wajah nggak berjerawat kayak aku. Soalnya kalo wajahmu kayak aku, belum tentu mentalmu sekuat aku yang dinyinyirin orang kayak kamu”
  • “Jerawat bisa disembuhin, tapi kebiasaan julid tuh susah, lho!”
  • “Ngeledek orang berjerawat kayak dapet kunci surga aja, Sis?”

3. Orang mulai body shaming pipi kamu yang chubby

Chubby lucu gini dikatain sama orang yang hidupnya nggak bahagia

Sebagian orang menganggap kalau punya pipi chubby kelihatan menggemaskan dan tampak lebih awet muda. Namun, dunia ini nggak selalu berisi orang-orang yang berpikir positif. Ada pula sebagian orang yang selalu menganggap pipi chubby bagian dari kekurangan, tanda gemuk, dan menganggu penampilan.

Kalau kamu ketemu orang yang melihat pipi chubby kamu sebagai bahan ejekan, coba deh lempar jawaban kayak gini:

  • “Kalau pipiku bikin kamu kepikiran terus, berarti aku memorable, iya kan? Sampe harus kamu komentarin terus haha”
  • “Nggak apa-apa pipi chubby, yang penting mulutnya nggak lebar sampe-sampe bikin orang nggak berhenti berkomentar. Ikan koi juga kayaknya nggak gitu amat”
  • “Ukuran pipi orang kan beda-beda, tapi sopan santun tuh harusnya standar, nggak sih?”
  • “Cuma chubby doang, tapi untung nggak bikin aku julid ke orang”
  • “Sepenting itu kah pipi chubby-ku buat kamu? Pusing ya kalo nggak komentar?”

4. Jawaban buat orang yang suka ngatain mata kamu sipit

Emangnya kalau sipit kenapa?

Mengatakan mata orang sipit sebenarnya bukan termasuk tindak kejahatan/rasisme/penghinaan, tergantung konteks yang sedang dibahas. Misalnya “Ini kan mata kamu sipit ya, jadi cocoknya pakai make up yang sedikit bold biar kelihatan lebih on point!

Hal yang berbeda ketika seseorang mengolokmu dengan membawa “mata sipitmu” sebagai cara untuk menyerang fisik secara personal. Contohnya “Halah, matamu sipit mana kelihatan buat baca tulisan di papan tulis? Haha”

Jadi, kalau kamu sudah mulai risih saat mata sipitmu dijadiin candaan yang nggak ada habisnya, coba counter attack pakai kalimat ini!

  • “Daripada ngomentarin mataku, mending benahin cara ngomongmu”
  • “Tapi gimana ya? Aku sih nggak terganggu sama mataku. Aku lebih terganggu sama omonganmu”
  • “Gini-gini mataku sipit masih bisa lihat dan bedain mana orang sopan dan mana yang nggak, lho! Contohnya kamu”
  • “Yang bikin jelek itu kayaknya bukan bentuk mataku, deh! Tapi kebiasaan ngejek orang kek kamu”
  • “Mata sipit nggak masalah. Mulut yang asal ngomong itu baru masalah!”
  • “Tenang, yang perlu diperbaiki bukan mataku tapi attitude kamu”

5. Jawaban kalau orang ngeledek rambut kritingmu

Punya rambut keriting itu udah kayak second job, jadi omongan orang mending skip soalnya nambahin kerjaan aja

Sebagian orang terlahir dengan rambut lurus dan sebagian yang lain keriting. Anehnya, pemilik rambut keriting sering diejek karena terlihat berbeda. Padahal rambut keriting juga bagian dari genetika/keturunan. Bahkan merupakan anugerah dari Tuhan juga.

Siapa nih yang sering diledekin karena rambutnya keriting? Kamu bisa jawab seperti ini:

  • “Keriting di rambut sih masih wajar, yang aneh kalau cara mikir orang ikut kusut. Nah, loh!”
  • “Ngejek rambut orang nggak bikin kamu lebih menarik”
  • “Rambutku bertekstur kayak orang pada umumnya, tapi kayaknya omonganmu kasar kayak bukan manusia yang baik hati gitu, ya.”
  • “Rambut keriting masih bisa dibawa ke salon, dirawat, bahkan dilurusin. Tapi kalo hati sama pikiran yang rusak? Gimana ya benerinnya?”

6. Jawaban kalau hidung kamu jadi bahan ejekan

Sungguh tidak fantasst!

Nggak cuma mata, pipi, bahkan rambut yang jadi bahan olokan. Beberapa orang dapat body shaming karena hidung mereka yang pesek atau mungil. Padahal hidung pesek bukanlah suatu kekurangan, melainkan salah satu bagian dari jenis-jenis hidung di muka bumi ini.

Gara-gara bully-an terhadap hidung seseroang, akhirnya memunculkan tren baru yakni oplas hidung. Duh, padahal kamu udah cantik sejak lahir! Jangan takut kalau seseorang ngejek hidung kamu. Coba lawan dengan jawaban begini:

  • “Lah, aku cuma pesek! Bukan resek kayak kamu hahaha”
  • “Kalo pesek, emang ada urusannya sama kebahagiaanmu?”
  • “Tuhan yang nyiptain hidungku aja nggak pernah protes, kok kamu yang cuma ciptaan-Nya serepot ini?”

7. Jawaban kalau orang ngurusin gigi kelincimu

Repot bener ngurusin gigi orang, deh!

Sekelas Nayeon TWICE saja pernah dapat body shaming dari haters karena punya gigi kelinci, padahal justru itu yang bikin dia menarik, cute, dan menggemaskan. Jadi, kamu nggak perlu minder kalau orang mulai bahas atau nyinggung gigi kelincimu.

Cukup sabar dan balas ucapan mereka dengan kalimat-kalimat ini:

  • “Gigi kelinci sih lucu, daripada attitude yang bikin ilfeel. Iyuh!”
  • “Santai, yang penting gigiku nggak dipakai buat ngegigit harga diri orang”
  • “Kelinci berarti kayak kelinci, kan? Nah kalo yang suka ngoceh dan gonggong itu kayak apa?”

Nggak memungkiri kalau mendapat body shaming memang menyebalkan. Orang lain bisa seenaknya berkomentar tentang tubuhmu. Tapi kamu nggak harus menghabiskan energi untuk membalas ucapan mereka dengan marah-marah. Cukup jawab sekali, dan abaikan! Kadang obat terbaik untuk menghindari omongan nggak mengenakkan adalah membiarkan mereka dan anggap mereka nggak ada.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Exit mobile version