Kuliner

6 Menu khas Bali dari T’Roast yang Pas Buat Berbuka Puasa di Medan!

201
6-menu-khas-bali-dari-t’roast-yang-pas-buat-berbuka-puasa-di-medan!
6 Menu khas Bali dari T’Roast yang Pas Buat Berbuka Puasa di Medan!

Kalau kalian udah beberapa kali lihat IG Reels MaMa tentang T’Roast, mungkin udah tercetak di benak kalau T’Roast adalah restoran yang menyajikan hidangan Chinese food no pork no lard.

Tapi, di kunjungan MaMa kali ini, MaMa justru ditawarkan menu khas Bali! Loh, gimana jadinya restoran Chinese food malah menyajikan makanan khas Bali?

Eitsss… Jangan skeptis dulu! Baca dulu experience MaMa di bawah…

Chinese restaurant tapi menyajikan kuliner Nusantara??

Paket Menu Tematik selama Ramadhan

Nah, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, T’Roast khusus menyajikan aneka menu Nusantara, tepatnya kuliner khas Jimbaran, Bali. Kenapa Bali, alih-alih Sunda, Jawa, atau daerah lainnya di Indonesia?

Ternyata, selain T’Roast, Tony sebagai pemiliknya, juga punya restoran di Bali, yang bikin ia tidak lagi asing dengan aneka kuliner khas Bali. Dengan kata lain, Tony seperti sudah hidup berdampingan dengan kuliner khas Bali.

Ketika berkunjung ke dapur, MaMa sedikit dikasih ilmu oleh sang chef. Kalau di pusat kota terkenal dengan Babi Guling, di daerah Jimbaran justru lebih dikenal dengan aneka sari laut. Nah, di T’Roast, MaMa menikmati aneka menu ini sebagai paket untuk enam orang (600rb). Di dalamnya sudah termasuk:

  • Sup Garang Asem
  • Ikan Bakar Bumbu Jimbaran
  • Udang Goreng Sambal Terasi ala Bali
  • Cumi Panggang Kesuna Cekuh (Cumi Bumbu Kedonganan)
  • Ayam Goreng Betutu
  • Jukut Urap Kalas
  • Sambal Matah
  • Sambal Terasi khas Bali
  • 6 Takjil
  • 6 Es Teh Tawar
  • 6 Nasi Putih

Dari daftar menu di atas, mungkin sebagian udah cukup familiar bagi warga Medan, tapi ada beberapa yang terdengar unik nih! Gimana sih tampilan dan rasanya? Mari kita kupas satu-satu!

1. Sup Garang Asem

Bisa dibilang, Sup Garang Asem adalah “Tom Yum”-nya Bali karena rasanya yang lebih asam. Bedanya, Sup Garang Asem ini lebih light dibanding Tom Yum.

Sebenarnya di Jawa juga ada masakan ini. Tapi di Bali, Sup Garang Asem menggunakan enam jenis bahan, ditambah dengan mentimun. Nah, tambahan mentimun dalam sup ini yang unik bagi warga Medan, karena jarang ada masakan yang menggunakan mentimun dalam sup. Tujuannya adalah untuk menetralisir aroma amis dari ikan.

Di T’Roast sendiri, Sup Garang Asem ini sudah disimplifikasi, jadi sebagai protein, mereka menggunakan daging ikan yang sudah di-fillet dan digoreng dulu.

Bumbu ‘base genep’ yang digunakan memberikan rasa sedikit asam dan sedikit pedas. Tapi, secara keseluruhan cita rasanya justru lebih dominan asin dan gurih. Adanya aftertaste khas mentimun yang segar bikin Sup Garang Asem ini berbeda dibanding sup sejenis, seakan level “ke-Bali-an” dari semua sajian ini jadi naik.

2. Ikan Bakar Bumbu Jimbaran

Untuk menu ini, T’Roast menggunakan ikan kakap yang berdaging tebal. Setelah di-torch, ikan kakap dilumuri bumbu Jimbaran yang berwarna jingga kemerahan, lalu kembali di-torch lagi cukup lama sebelum disajikan. Sebagai pendamping, kalian akan diberi semangkuk kecil bumbu Jimbarannya.

Daging ikannya yang tebal terasa juicy dan segar, dengan tekstur daging yang masih agak kenyal. Bumbu Jimbarannya sendiri terasa gurih dan sedikit pedas, dengan aroma yang lebih nutty. Dengan kata lain, Bumbu Jimbaran ini mirip bumbu Padang, tapi dengan aroma udang. Bumbunya pas banget dinikmati dengan nasi putih dan/atau menu yang digoreng!

Bumbu Jimbaran

3. Udang Goreng Sambal Terasi ala Bali

Base masakan ini adalah udang yang digoreng hingga garing, lalu dilumuri dengan Sambal Terasi ala Bali.

Sambal Terasi ala Bali

Udangnya berukuran cukup besar, dengan daging yang firm tapi tidak keras. Cita rasanya yang sedikit gurih bakal makin intens ketika dinikmati bareng Sambal Terasi ala Bali.

4. Cumi Panggang Kesuna Cekuh (Cumi Bumbu Kedonganan)

Sekilas, bumbu berwarna hijau di atas potongan cumi mirip cabai hijau, tapi ternyata adalah bumbu Kedonganan. Bahan dasarnya adalah kencur, lalu ditambah dengan kunyit dan aneka rempah aromatik lainnya. Hasilnya adalah aroma khas rempah yang langsung terasa ketika disuapkan ke mulut.

Btw, pas mau dimasak, MaMa juga diberi tips untuk memilih cumi yang segar. Dari tampilan, kalian harus memilih cumi dengan daging berwarna putih, yang menandakan cuminya baru dibeli dari nelayan. Kalau dagingnya sudah berwarna agak kemerahan, berarti cuminya udah nggak fresh lagi.

Benar saja, ketika dimakan, tekstur cuminya masih terasa firm tapi jauh dari alot. Ditambah dengan bumbunya yang aromatic banget, Cumi Bumbu Kedonganan ini jadi salah satu favorit MaMa.

5. Ayam Goreng Betutu

“Loh, bukannya Ayam Betutu biasanya berupa Ayam Bakar ya? Kok yang ini Ayam Goreng?”

Sebenarnya, Ayam Goreng Betutu ini menu accidental, artinya menu yang diciptakan secara nggak sengaja. Ayam yang telah dimarinasi kemudian digoreng, yang jadi asal-usul menu Ayam Goreng Betutu ini. Konsepnya mirip Ayam Goreng Pop Kuning yang merupakan menu accidental dari Ayam Gulai, yaitu potongan ayam yang sudah terlanjur dimarinasi dengan bumbu gulai digoreng sehingga menghasilkan menu Ayam Goreng Pop Kuning.

Untuk menu Ayam Goreng Betutu di T’Roast, MaMa kagum dengan marinasinya yang meresap. Meskipun MaMa ambil bagian dada yang notabene lebih tebal, cita rasanya masih dapat. Bagi penyuka pedas, Ayam Goreng Betutu ini di-pair dengan Sambal Matah.

6. Jukut Urap Kalas

Menu ini diambil dari kata ‘jukut‘ yang berarti membejek/meremas, dan ‘kalas‘ yang berarti kacang panjang. Jadi, secara harfiah artinya kacang panjang yang diremas. Sebagai penambah cita rasa, kalas ini dimasak dengan saus berwarna kekuningan yang terbuat dari santan dan bumbu kuning.

Tampilannya sendiri cukup menggelitik, karena kacang panjangnya disajikan secara memanjang mirip mie, sedangkan pada umumnya kacang panjang disajikan dengan potongan 6-7cm. Teksturnya yang garing diselimuti oleh saus berbasis santan yang creamy, menghasilkan sensasi rasa yang unik (sedikit mirip gulai).

7. Sambal Matah

Jenis sambal yang satu ini udah tak asing lagi bagi warga Medan. Kata ‘matah’ sendiri berarti ‘mentah’, yang artinya Sambal Matah ini dibuat dengan bahan mentah tanpa diulek.

Sambal Matah di T’Roast sendiri aromatic banget, seakan menggelitik semua sensori di dalam mulut.

8. Sambal Terasi a la Bali

Fyi, sambal ini jauh banget bedanya dengan Sambal Terasi di menu penyetan ya!

Secara keseluruhan, Sambal Terasi ala Bali ini punya karakteristik yang berbeda, dengan dominasi aroma bawang dan hint terasi, sebelas-duabelas dengan Sambal Matah.

9. Menu Takjil yang Berubah Tiap Harinya

Ini dia alasan utama kenapa MaMa bilang paket ini cocok untuk berbuka, karena dilengkapi dengan takjil, selain es teh tawar dan nasi putih. Untuk kunjungan hari itu, MaMa disajikan minuman berupa es mentimun serut dengan sirup, jelly, ekstrak jeruk nipis, dan biji selasih.

Rasanya sendiri cenderung asam dan segar, dengan aroma mentimun yang mendominasi. Cocok banget buat segarkan hati dan pikiran setelah seharian berpuasa!

Berbuka di Gedung yang Berinterior Mewah dan Adem? Let’s Go!

Restoran yang berada di lantai dua Josephine Building ini memang tak terlalu luas, tapi semua aspek interiornya, mulai dari dinding, lantai, lighting, hingga tempat duduk terasa mewah. Tapi, pada saat yang bersamaan, interior-nya juga memberikan rasa nyaman.

Eits, Jangan Lupa Reservasi Ya!

Meskipun paket ini available jam berapapun selama bulan Ramadan, tapi MaMa sarankan untuk reservasi dulu. Selain untuk menyiapkan bahan dasar, pastinya agar kalian kebagian tempat duduk pas makan siang atau berbuka puasa!

Masakan khas Bali yang Belum Lazim di Medan, Tapi Harus Kalian Coba!

Restoran khas Bali memang udah cukup banyak di Medan, dan mayoritas menyajikan hidangan yang sudah familiar bagi warga Medan, seperti Sate Lilit, Nasi Campur, dan Bebek Goreng. Tapi, T’Roast justru menyajikan menu makanan yang masih terbilang unik bagi lidah warga Medan, sebut saja Sup Garang Asem dengan mentimun dan Jukut Urap Kalas tadi.

Dengan demikian, T’Roast memperkenalkan ‘sisi lain’ dari Bali yang belum diketahui masyarakat luar melalui beberapa menu ini. Meskipun kedengarannya unik, tapi keenam menu tadi benar-benar recommended sebagai opsi berbuka atau sekedar makan siang bareng teman, keluarga, atau kolega.

T’Roast Restaurant

Josephine Building, Jl. H. Adam Malik No.25A Lantai 2, Kec. Medan Petisah
https://maps.app.goo.gl/EtjPMEEb28PPg98q7
Jam Operasional: 11.00-22.00
No Pork No Lard

Exit mobile version