Scroll untuk baca artikel
GenZ

6 Cara Menurunkan Suhu Udara Dalam Rumah Tanpa Pasang AC Ini Terbukti Ampuh!

1
×

6 Cara Menurunkan Suhu Udara Dalam Rumah Tanpa Pasang AC Ini Terbukti Ampuh!

Share this article
6-cara-menurunkan-suhu-udara-dalam-rumah-tanpa-pasang-ac-ini-terbukti-ampuh!
6 Cara Menurunkan Suhu Udara Dalam Rumah Tanpa Pasang AC Ini Terbukti Ampuh!

Menurunkan suhu ruangan bisa kamu lakukan tanpa harus pasang AC dan biaya yang mahal, lho!

6 Cara Menurunkan Suhu Udara Dalam Rumah Tanpa Pasang AC Ini Terbukti Ampuh!

Example 300x600

mendinginkan dalam rumah via uniec3.nl

Sebagai negara yang beriklim tropis, cuaca di musim kemarau akan cenderung terik dan mengalami kenaikan suhu yang membuat orang akan mudah berkeringan dan merasa kegerahan sepanjang hari sekalipun berada di dalam rumah. Memang sih, untuk mengatasi masalah tersebut bisa pasang AC saja. Tapi biayanya yang mahal dan tagihan listrik yang pasti melonjak, membuat beberapa orang jadi mikir dua kali.

Tapi tenang saja! Buat bikin ruanganmu sejuk, kamu nggak selalu harus mengandalkan AC. Banyak alternatif lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan suhu di dalam rumah. Berikut beberapa cara untuk mengatasi gerahnya musim panas yang bisa kamu coba biar rumah lebih terasa sejuk walaupun tanpa AC.

1. Pasang Roller Blind atau Krei Jendela

Biar ruangan nggak terlalu panas, nih.

Memasang roller blind atau krei jendela yang terbuat dari bambu diketahui bisa membantu menurunkan suhu dalam ruangan, terutama jika panas utama masuk dari sinar matahari langsung melalui kaca jendela. Roller blind sendiri dikenal dapat mengurangi panas dan silau dari kaca jendela di siang hari. Begitu pula krei bambu yang dapat membantu menghalangi panas, terutama jika dipasang di area yang terkena matahari langsung.

Cara ini dinilai ampuh bagi kamu yang enggan untuk pasang AC karena harus berhemat dan enggan mengeluarkan biaya yang membengkak selama musim panas berlangsung.

2. Pilih Tirai Tebal Berwarna Terang

Pilih tirai yang tebal tapi terang, karena kalau pilih warna gelap bakal makin panas ruanganmu

Fungsi tirai sebenarnya hampir sama dengan roller blind, yakni menghalau sinar matahari langsung masuk ke rumah. Tapi, biar lebih efektif gunakan tirai tebal berwarna terang karena mampu menahan panas sekaligus menjaga ruangan tetap terasa cerah. Bahan yang tebal membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung dan membatasi panas yang masuk melalui kaca jendela. Sementara itu, warna terang lebih baik dalam memantulkan cahaya dibanding warna gelap, sehingga panas tidak mudah terserap oleh tirai.

Dengan kombinasi ini, ruangan bisa terasa lebih sejuk, tidak terlalu silau, dan tetap nyaman digunakan sepanjang hari. Jadi, jika ingin ruangan tetap adem tanpa membuatnya terlihat gelap dan pengap, tirai tebal dengan warna terang adalah pilihan yang paling seimbang.

3. Jangan Menyalakan Lampu dalam Ruangan

Nggak dipakai kan? Lebih baik dimatikan.

Lampu bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi cahaya. Namun, sebagian energi itu juga berubah menjadi panas. Semakin lama lampu menyala, panas kecil tersebut bisa ikut menambah suhu ruangan, apalagi jika kamar tertutup dan sirkulasi udaranya kurang baik.

Jenis lampu seperti lampu pijar dan halogen menghasilkan panas lebih besar dibanding lampu LED. Karena itu, menyalakan lampu saat siang hari yang sudah panas bisa membuat kamar terasa lebih gerah.

Kalau kamar masih cukup terang dari cahaya luar, lebih baik gunakan cahaya alami saja untuk menurunkan suhu panas di dalam ruangan. Selain lampu, matikan pula peralatan elektronik yang tidak terpakai seperti lampu rias.

4. Semprotkan Air di Halaman atau Depan Rumah Menjelang Siang Hari

Menyemprotkan air di halaman rumah atau area luar dekat kamar bisa membantu membuat sekitar terasa lebih sejuk, terutama saat cuaca panas dan area tersebut terkena matahari langsung. Air yang disemprotkan ke lantai, tanah, atau permukaan luar akan menguap secara perlahan. Proses penguapan ini menyerap panas dari lingkungan sekitar, sehingga udara di area tersebut bisa terasa lebih adem.

Cara ini cukup efektif untuk halaman, teras, atau area dekat jendela kamar, terutama jika permukaannya berupa tanah, paving, atau lantai yang menyimpan panas. Saat permukaan luar lebih dingin, panas yang masuk ke dalam kamar juga bisa sedikit berkurang, apalagi jika ada aliran udara dari luar ke dalam ruangan.

Namun, efek sejuknya biasanya bersifat sementara. Karena itu, penyemprotan air lebih cocok dilakukan pada waktu tertentu, seperti sore hari atau saat panas terasa sangat menyengat. Hindari menyemprot terlalu banyak agar tidak membuat area becek, licin, atau lembap berlebihan.

Secara sederhana, menyemprotkan air di luar ruangan dapat membantu menurunkan rasa panas di sekitar rumah, membuat udara terasa lebih segar, dan menciptakan suasana yang lebih nyaman di dekat kamar.

5. Letakkan Ember Berisi Air di Dekat Jendela

Menaruh ember berisi air di dekat bukaan yang terkena sinar matahari, seperti bawah jendela atau depan pintu, bisa membantu memberi efek sejuk, tetapi pengaruhnya biasanya kecil dan tidak langsung menurunkan suhu ruangan secara signifikan. Cara ini bekerja melalui proses penguapan air, lebih tepatnya saat udara panas melewati area tersebut, sebagian air akan menguap dan menyerap panas dari sekitarnya. Inilah yang membuat udara di sekitar ember bisa terasa sedikit lebih lembap dan lebih sejuk.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi ruangan. Jika udara di kamar kering, ada sirkulasi angin, dan bukaan tersebut menjadi jalur masuk udara, ember berisi air dapat membantu membuat udara yang masuk terasa sedikit lebih adem. Sebaliknya, jika ruangan tertutup, lembap, atau tidak ada aliran udara, efeknya hampir tidak terasa dan justru bisa membuat kamar terasa pengap.

6. Letakkan Es Batu di Depan Kipas Angin

Udara jadi tambaha adem

Meski efeknya hanya sementara dan terbatas, tetapi meletakkan es batu di depan kipas angin memang bisa membuat hembusan angin terasa lebih sejuk.

Saat kipas meniup udara melewati es, udara di sekitar es menjadi lebih dingin. Hembusan kipas kemudian membawa udara dingin itu ke arah ruangan atau tubuh, sehingga terasa lebih adem. Cara ini mirip pendingin sederhana, terutama berguna saat cuaca sangat panas.

Namun, efeknya tidak seperti AC. Es akan cepat mencair, kelembapan ruangan bisa meningkat, dan suhu ruangan secara keseluruhan mungkin tidak turun banyak. Cara ini paling terasa di ruangan kecil, dengan posisi kipas dekat tubuh, dan sirkulasi udara yang cukup baik.

Agar lebih aman, letakkan es dalam wadah yang stabil agar air lelehannya tidak mengenai kipas atau kabel listrik.

Udara panas memang menyebalkan. Tapi ternyata ini bisa diturunkan dengan beberapa cara sederhana yang nggak butuh banyak biaya. Beberapa cara di atas cukup efektif dipraktikkan pada kamar kos atau rumah yang nggak begitu luas. Cus deh segera terapkan, biar nggak gerah walau seharian!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.