Financial

59% generasi muda percaya AI merupakan ancaman terhadap prospek pekerjaan mereka, menurut Harvard Youth Poll yang baru

46
59%-generasi-muda-percaya-ai-merupakan-ancaman-terhadap-prospek-pekerjaan-mereka,-menurut-harvard-youth-poll-yang-baru
59% generasi muda percaya AI merupakan ancaman terhadap prospek pekerjaan mereka, menurut Harvard Youth Poll yang baru

Harvard Youth Poll juga menemukan bahwa 52% orang berusia 18-29 tahun memercayai AI untuk membantu mereka menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan. Scott Olson/Getty Gambar

  • Berdasarkan jajak pendapat terbaru, generasi muda merasa pesimis terhadap dampak AI terhadap prospek pekerjaan mereka.
  • 59% orang Amerika yang disurvei berusia antara 18 dan 29 tahun percaya bahwa AI merupakan ancaman terhadap prospek pekerjaan mereka, menurut jajak pendapat pemuda Harvard yang baru.
  • Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 52% anak muda mempercayai AI untuk membantu mereka menyelesaikan tugas.

Sebuah jajak pendapat baru menemukan bahwa banyak anak muda khawatir mengenai dampak AI terhadap kehidupan mereka.

59% orang Amerika yang berusia antara 18 dan 29 tahun yang disurvei mengatakan bahwa mereka memandang AI sebagai ancaman terhadap prospek pekerjaan mereka, menurut Jajak Pendapat Pemuda Harvard.

Jumlah tersebut mencakup 26% responden yang menyatakan bahwa AI merupakan ancaman besar, sementara 33% menyatakan AI merupakan ancaman kecil. Sebanyak 23% lainnya mengatakan bahwa AI tidak menimbulkan ancaman.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kekhawatiran terhadap penyebab utama hilangnya pekerjaan: 48% generasi muda yang disurvei mengatakan bahwa outsourcing merupakan ancaman terhadap prospek pekerjaan mereka, sementara 31% menyatakan hal yang sama mengenai imigrasi.

Namun, generasi muda Amerika masih mengadopsi teknologi ini. 35% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka rutin menggunakan LLM seperti ChatGPT dan Claude, sementara 63% mengatakan tidak. Dan 52% mengatakan mereka memercayai AI untuk membantu mereka menyelesaikan tugas kerja atau sekolah.

Harvard Youth Poll mensurvei 2.040 orang Amerika berusia 18 hingga 29 tahun antara tanggal 3 dan 7 November. Margin kesalahannya adalah 2,94%.

Jajak pendapat tersebut juga menemukan pesimisme mengenai bagaimana AI akan berdampak pada pekerjaan itu sendiri.

41% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka memperkirakan AI akan membuat pekerjaan menjadi kurang bermakna di masa depan, dibandingkan hanya 14% yang mengatakan bahwa AI akan membuat pekerjaan menjadi lebih bermakna.

Demikian pula, 44% anak muda yang berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut mengatakan bahwa AI akan menghilangkan peluang dari mereka, sementara hanya 14% yang mengatakan AI akan menciptakan peluang baru.

Baca selanjutnya

Exit mobile version