
Ahmed Zaki Iskandar
Indonesiainside.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan program untuk menggratiskan pendidikan di sekolah swasta jenjang SD hingga SMA/SMK. Dari total 2.583 sekolah swasta yang ada, 405 sekolah akan dikecualikan dari program ini karena dianggap telah mandiri.
“Program ini merupakan langkah maju yang luar biasa untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Dengan menggratiskan sekolah swasta, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi,” ujar Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar di Jakarta, Rabu (7/8).
Namun Bang Zaki, sapaan akrabnya, juga menyoroti keberadaan 405 sekolah yang tidak akan digratiskan. “Sekolah-sekolah tersebut telah memiliki kemampuan finansial yang baik dan dianggap sudah mandiri. Mereka tidak memerlukan subsidi dari pemerintah untuk tetap beroperasi dan memberikan pendidikan berkualitas kepada siswa-siswinya,” jelas dia.
Ia menambahkan, keputusan ini juga memberikan ruang bagi sekolah-sekolah mandiri tersebut untuk terus berkembang dengan metode dan kebijakan mereka sendiri tanpa intervensi pemerintah yang terlalu ketat. “Dengan demikian, kita dapat melihat diversifikasi dalam sistem pendidikan, di mana sekolah-sekolah ini dapat menjadi contoh baik dalam pengelolaan mandiri,” kata Bang Zaki.
Program penggratisan sekolah ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi ribuan keluarga di Jakarta dan menciptakan kesetaraan akses pendidikan. Dengan program ini diharapkan dapat lebih dekat menuju visi sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan, dimana setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.
“Kami mendukung penuh inisiatif ini dan akan terus memantau pelaksanaannya agar berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan,” tutup Bang Zaki.
