Penyerang asal Kroasia ini pernah meraih sepatu emas Liga 1 2019. Musim itu Simic mencetak 28 gol. Bisa dibilang setelah itu performanya mengalami penurunan. Tapi, Simic masih bisa mencetak dua digit gol musim 2021/2022 dan 2023/2024.
Musim ini, sepertinya Simic sudah habis. Dari 23 pertandingan yang dijalani, dia baru mencetak 5 gol. Selain itu dia kalah bersaing dengan striker asing lainnya, Gustavo Almeida. Karena dia harus berbagi peran dengan striker asing lain di lini depan Persija.
Selain itu, fisik Simic tentu tidak sekuat beberapa tahun lalu. Sehingga dari 17 kali kesempatan jadi starter, dia harus 13 kali diganti. Artinya, hanya 4 kali dia bermain penuh musim ini. Menurunnya performa Simic jadi sinyal jika Persija tidak akan mempertahankannya musim depan. Karena kontraknya akan segera berakhir.
Performanya di Persija saat ini sangat kontras dengan saat pertama dia datang. Musim ini, dia tidak banyak melakukan finishing. Berbeda dengan dua musim pertamanya di Indonesia. Simic dapat banyak kesempatan. Mulai tendangan bebas, penalti hingga umpan-umpan manja didepan gawang didapatnya. Waktu itu, Simic didampingi winger gesit, Riko Simanjuntak yang jadi suplier utamanya untuk mencetak gol.


