Bukan sekadar tradisi, setiap prosesi menyimpan doa dan harapan

Belakangan ini, publik dibuat ikut hanyut dalam suasana haru pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner. Terutama prosesi pernikahan adat Jawa yang mereka usung dengan begitu kental dan sarat makna. Setelah bertunangan di Belanda pada akhir 2025, keduanya resmi menikah di Bali pada 12 Juni 2026 dengan mengusung rangkaian prosesi adat Jawa yang cukup lengkap.
Melihat berbagai ritual yang dijalani keduanya, ada yang penasaran nggak sih? Sebenarnya prosesi dan makna pernikahan adat Jawa itu seperti apa? Apakah setiap tahapan hanya sekadar tradisi turun-temurun, atau ada filosofi dan doa yang tersimpan di baliknya? Yuk kita bahas!
Faktanya, di balik keindahan busana, untaian melati, dan suasana sakral yang terlihat di pelaminan, sebenarnya terdapat banyak simbol serta doa yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.
Setiap tahapan dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa memiliki pesan tersendiri soal kehidupan, tanggung jawab, keluarga, hingga harapan akan rumah tangga yang harmonis.
Tidak heran hingga sekarang, banyak pasangan modern tetap mempertahankan sebagian atau bahkan seluruh rangkaian tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus doa bagi kehidupan baru yang akan mereka jalani bersama.
Prosesi dan Makna Pernikahan Adat Jawa yang Menarik untuk Dipahami
Bukan tanpa alasan prosesi pernikahan adat Jawa masih dilestarikan, karena setiap ritual yang dilakukan mengandung filosofi mendalam yang relevan dengan kehidupan rumah tangga hingga saat ini. Berikut rangkaian prosesi dan makna pernikahan adat Jawa yang menarik untuk dipahami.
1. Pasang Tarub
Ayah Jennifer C pasang Tarub-instagram jennifer coppen via instagram.com
Pasang tarub menjadi penanda bahwa sebuah keluarga sedang menggelar hajatan besar. Biasanya dilakukan dengan memasang hiasan dari daun kelapa muda, batang pisang, tebu, dan berbagai tanaman lainnya di depan rumah.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, tarub melambangkan harapan agar kehidupan rumah tangga pasangan kelak selalu diberi keberkahan, kemakmuran, dan rezeki yang berlimpah.
2. Pasang Bleketepe
Bleketepe adalah anyaman daun kelapa yang dipasang di area depan rumah menjelang pernikahan.
Tradisi ini biasanya dilakukan oleh orang tua calon pengantin. Filosofinya adalah membuang segala hal buruk serta memohon perlindungan agar acara pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan.
3. Siraman
Siraman menjadi salah satu bagian paling populer dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa.
Calon pengantin dimandikan menggunakan air yang telah didoakan oleh keluarga dan sesepuh. Air tersebut sering kali berasal dari beberapa sumber mata air yang berbeda.
Maknanya adalah penyucian lahir dan batin sebelum memasuki fase baru kehidupan.
4. Adol Dawet
Prosesi unik ini dilakukan oleh orang tua pengantin perempuan yang berpura-pura menjual dawet kepada para tamu.
Meski terlihat sederhana dan menghibur, adol dawet menyimpan doa agar rezeki keluarga baru yang akan dibangun mengalir lancar seperti ramainya pembeli dawet yang datang.
5. Midodareni
- Midodareni-pinterest
Malam sebelum akad nikah dikenal sebagai malam midodareni.
Dalam tradisi Jawa, malam ini dipercaya sebagai waktu turunnya para bidadari untuk memberikan berkah kepada calon pengantin perempuan. Karena itu, calon pengantin biasanya lebih banyak berdiam diri di rumah bersama keluarga.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, midodareni menjadi momen refleksi dan persiapan mental menjelang pernikahan.
6. Nyantri
Tradisi nyantri dilakukan dengan menempatkan calon pengantin pria di rumah kerabat atau lokasi yang dekat dengan rumah mempelai perempuan menjelang akad.
Maknanya adalah menunjukkan kesungguhan hati calon suami untuk mempersunting perempuan pilihannya. Beberapa daerah di Jawa masih menggunakan tradisi ini, walaupun sebagian besar tidak lagi.
7. Tukar Kembar Mayang
Kembar mayang adalah rangkaian hiasan yang terbuat dari janur dan berbagai dedaunan yang dibentuk sedemikian rupa. Dalam beberapa tradisi Jawa, kembar mayang dibawa dan dipertemukan sebagai bagian dari rangkaian pernikahan.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, kembar mayang melambangkan harapan agar kehidupan rumah tangga pasangan selalu mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Janur yang lentur juga menjadi simbol bahwa suami dan istri perlu saling menyesuaikan diri saat menjalani kehidupan bersama.
8. Panggih
Setelah akad nikah selesai, kedua mempelai menjalani prosesi panggih atau pertemuan resmi pertama sebagai pasangan suami istri.
Panggih melambangkan bersatunya dua individu yang sebelumnya memiliki kehidupan masing-masing dan kini siap berjalan bersama.
9. Balangan Gantal
Dalam prosesi ini, pengantin pria dan wanita saling melempar gulungan daun sirih yang disebut gantal.
Tradisi ini menjadi simbol bahwa keduanya telah menemukan pasangan hidup yang tepat dan siap menjalin hubungan dengan penuh kasih sayang serta kesetiaan.
10. Wiji Dadi atau Ngidak Endhog
Pengantin pria menginjak telur hingga pecah, kemudian kakinya dibersihkan oleh pengantin perempuan.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, ritual ini melambangkan kesiapan suami menjadi kepala keluarga sekaligus harapan agar pasangan segera diberikan keturunan.
11. Sinduran
Pada prosesi sinduran, kedua mempelai diselimuti kain sindur oleh orang tua mereka.
Ayah berjalan di depan, sementara ibu mendampingi dari belakang.
Maknanya adalah orang tua memberikan arahan dan restu terakhir sebelum anak mereka menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri.
12. Kacar-Kucur
Kacar-kucur menjadi salah satu prosesi yang paling sarat makna.
Pengantin pria menuangkan berbagai hasil bumi, biji-bijian, serta uang logam ke pangkuan istrinya.
Tradisi ini melambangkan kewajiban suami untuk mencari nafkah dan tanggung jawab istri dalam mengelola rezeki keluarga dengan bijaksana.
13. Dulangan
Dulangan dilakukan dengan cara kedua mempelai saling menyuapi makanan.
Sekilas terlihat sederhana dan romantis, tetapi maknanya cukup dalam. Tradisi ini menggambarkan pentingnya kerja sama, perhatian, dan saling mendukung dalam kehidupan rumah tangga.
14. Sungkeman
Sungkeman sering menjadi prosesi yang paling menguras air mata.
Kedua mempelai berlutut di hadapan orang tua untuk meminta doa restu sekaligus memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, sungkeman merupakan simbol penghormatan tertinggi kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik anak hingga siap membangun keluarga sendiri.
15. Kirab Pengantin
Kirab pengantin merupakan prosesi arak-arakan atau perjalanan kedua mempelai menuju pelaminan dengan iringan keluarga dan pengiring adat.
Perlu diketahui, prosesi ini kini tidak selalu dilakukan oleh semua keluarga Jawa. Kirab pengantin lebih sering dijumpai pada pernikahan keluarga keraton, bangsawan Jawa, tokoh penting, atau acara pernikahan yang memang mengadopsi tata cara adat secara lengkap. Beberapa pernikahan keluarga pejabat hingga anak presiden juga pernah menampilkan prosesi kirab karena dianggap memiliki nilai budaya yang kuat.
Dalam prosesi dan makna pernikahan adat Jawa, kirab melambangkan perjalanan baru yang akan ditempuh pasangan setelah resmi menjadi suami istri.
Lebih dari Sekadar Tradisi
Melihat satu per satu tahapan di atas, tidak mengherankan jika prosesi dan makna pernikahan adat Jawa masih terus dipertahankan hingga sekarang. Setiap ritual ternyata bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan kumpulan doa, nasihat, dan harapan yang disampaikan melalui simbol-simbol penuh makna.
Mulai dari siraman yang melambangkan penyucian diri, panggih sebagai simbol bersatunya dua insan, hingga sungkeman yang mengajarkan penghormatan kepada orang tua, seluruh rangkaian prosesi dan makna pernikahan adat Jawa mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang pesta, tetapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan perjalanan hidup yang baru.
Gimana? Apakah kamu mulai berkeinginan menikah dengan prosesi adat Jawa yang lengkap? Jika menurutmu artikel ini menarik, jangan lupa bagikan ke teman, pasangan, atau keluarga yang sedang mempersiapkan pernikahan ya, agar semakin memahami filosofi indah di balik setiap prosesi adat Jawa. Jangan lupa baca juga persiapan mental sebelum menikah di sini ya!
Penulis
Seorang vocal coach, content writer, dan author yang menjadikan suara dan tulisan sebagai medium ekspresi, pembelajaran, dan pemulihan. Memiliki ketertarikan besar pada eksplorasi hal-hal baru, proses kreatif, serta kepedulian terhadap kesehatan mental. Percaya bahwa suara, kata, dan empati dapat menciptakan ruang aman untuk bertumbuh, baik secara personal maupun profesional.
Editor
Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
Tim Dalam Artikel Ini
