Banyak trik memasak yang dianggap sepele, padahal bikin pekerjaanmu di dapur jadi lebih mudah!

trik memasak via Depositphotos
Kegiatan masak di dapur merupakan aktivitas penting yang nggak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kita nggak mungkin kan selamanya mengandalkan makanan yang beli dari luar terus-menerus? Lagi pula, memasak bisa jadi kegiatan yang mengasyikkan buat dipelajari. Layaknya sebuah seni dan kreasi, memasak juga butuh pembiasaan dan latihan berulang-ulang.
Nah, berbicara soal masak-memasak, ternyata ada beberapa trik memasak di dapur yang masih belum banyak diketahui oleh banyak orang, terutama para pemula. Padahal trik ini bisa meningkatkan kemahiranmu dalam memasak dan menghasilkan kreasi ala chef.
Berikut beberapa trik memasak di dapur yang katanya sepele, tapi ternyata sangat bermanfaat!
1. Merendam Telur bisa Mengetahui Kelayakannya
wah baru tahu juga, nih! | Photo: pinterest.com/Esmejune7
Buat cari tahu telur yang akan kamu masak masih layak atau sudah busuk, coba rendam di air dan lihat hasilnya. Metode merendam telur dalam air ini bisa dipakai sebagai cara sederhana untuk memperkirakan kelayakan telur, walaupun sifatnya bukan uji yang 100% akurat secara laboratorium.
Prinsipnya berasal dari perubahan kantung udara di dalam telur seiring waktu. Saat telur masih segar, kantung udara di dalamnya masih kecil, sehingga telur akan cenderung tenggelam. Tapi semakin lama disimpan, air dan gas di dalam telur berubah, kantung udara membesar, sehingga telur jadi lebih ringan dan bisa mengapung.
Jadi, kalau kondisi telurnya seperti ini:
- Tenggelam dan berada di dasar toples/gelas (mendatar) berarti telur masih sangat segar dan layak konsumsi.
- Tenggelam tapi berdiri (ujung tegak ke atas) berarti telur masih bisa dimakan, tapi sudah tidak terlalu segar. Biasanya lebih cocok dimasak matang penuh.
- Mengapung di permukaan air berarti telur sudah lama dan kemungkinan besar tidak layak dikonsumsi.
Namun penting dipahami, metode ini hanya indikasi kasar. Telur yang masih tenggelam belum tentu benar-benar segar jika penyimpanannya buruk, dan telur yang sedikit mengapung juga belum tentu pasti busuk. Faktor suhu, cara penyimpanan, dan kondisi cangkang juga berpengaruh.
2. Pisahkan Kuning Telur dari Putihannya Pakai Botol Bekas
Boleh nih dipraktikkan | Photo: pinterest.com/galidink
Cara memisahkan kuning telur dari putihnya pakai botol plastik bekas memang bisa dan cukup sering dipakai sebagai trik dapur sederhana dengan memanfaatkan tekanan udara (suction).
Caranya begini, telur dipecahkan dulu ke dalam mangkuk, lalu botol plastik kosong dipencet sedikit untuk mengeluarkan udara. Setelah itu, mulut botol ditempelkan ke kuning telur dan pelan-pelan tekanan dilepas. Karena ada perbedaan tekanan, kuning telur akan terhisap masuk ke dalam botol, sementara putih telur tetap di mangkuk.
Kenapa ini bisa berhasil? Karena kuning telur lebih utuh dan padat dibanding putih telur yang lebih cair. Jadi, ketika ada daya hisap dari botol, bagian yang paling padat itu yang lebih mudah ikut terangkat, asal dilakukan dengan hati-hati.
3. Bungkus Ujung Tangkai Pisang agar Sedikit Lebih Awet
Pisang memang nggak bisa tahan lama dengan disimpan di kulkas, tapi kalau gini bisa tahan lho
Buat kamu yang suka dengan buah pisang, kamu bisa membungkus ujung tandan atau tangkainya dengan plastik. Dengan begitu pisang pun bisa tahan 3-4 hari. Fyi, pisang itu setelah dipanen masih dalam keadaan hidup dan terus matang karena menghasilkan gas etilen, yang keluar dari bagian tangkai/tandan. Nah, kalau bagian tangkai itu dibungkus plastik, penyebaran etilen bisa sedikit diperlambat, sehingga proses pematangan jadi lebih lambat dibandingkan pisang yang dibiarkan terbuka.
Meski begitu, metode ini bukan cara untuk menghentikan pematangan, hanya memperlambat sedikit saja. Sebab, kalau suhu panas, pisang tetap akan cepat matang walaupun sudah dibungkus. Bahkan kalau terlalu lembap, plastik justru bisa bikin jamur lebih cepat muncul di tangkai pisang.
4. Bikin Crispy Potatoes Pakai Oven Lebih Mudah
Nggak selalu digoreng biar krispi
Kalau punya oven, akan lebih mudah bikin kentang crispy. Cukup taburkan tepung, lada dan garam di atasnya, kentang crispy tanpa minyak pun jadi dan tentunya lebih sehat.
5. Metode Merebus Sayuran Disesuaikan dengan Teksturnya
Masukin kentang dan wortel ke dalam panci meski air masih dingin (belum mendidih)
Ketika merebus sayuran, kita sering bingung memasukkan sayuran di saat air masih dingin atau mendidih. Ternyata, sayuran yang memiliki tekstur padat atau tumbuh di dalam tanah baiknya dimasak dengan air dingin, sedangkan yang tumbuh di atas tanah butuh air panas.
Mengapa demikian? Dalam praktiknya, sayuran berakar seperti kentang atau wortel sering dimasukkan ke air dingin agar panas naik perlahan dan matang merata sampai ke bagian dalamnya. Sementara sayuran daun seperti bayam atau brokoli biasanya langsung dimasukkan ke air mendidih agar proses matangnya cepat, warna tetap segar, dan teksturnya tidak mudah lembek.
6. Mengupas Bawang dengan Memotong Sedikit Bagian Akar
Cara paling cepat mengupas bawang, nih!
Mengupas bawang itu bisa jauh lebih praktis dan mudah dengan memotong sedikit bagian akar. Bagian akar bawang adalah “pengunci” lapisan kulit. Kalau sedikit saja dipotong, kulit luar jadi lebih mudah dibuka dari beberapa sisi.
Selain cara tersebut, kamu bisa meletakkan bawang di talenan, lalu tekan atau pukul ringan bagian atasnya (ujung yang tidak ada akar). Retakan kecil ini bikin kulitnya longgar, jadi saat ditarik biasanya langsung lepas tanpa banyak sisa.
7. Sayat Kulit Kentang Sebelum Direbus agar Mudah Dikupas
Sayat di bagian tengahnya, nggak usah terlalu dalam. Setelah matang, tinggal tarik kulitnya
Nah, apalagi urusan mengupas kentang rebus, kuncinya adalah disayat sebelum direbus. Ketika matang, tinggal tarik kedua sisi sayatannya.
Kenapa bisa begitu? Saat kentang direbus, uap panas membuat daging kentang mengembang sedikit dan kulitnya mulai terlepas dari bagian dalam. Kalau sebelumnya sudah dibuat sayatan tipis di kulitnya, air panas akan masuk ke celah itu dan membantu memutus ikatan antara kulit dan daging kentang. Hasilnya, setelah matang, kulit biasanya bisa dikupas lebih mudah, bahkan sering cukup digosok saja.
8. Masukkan Telur Rebus ke dalam Air Es agar Mudah Dikupas
Kalau nggak ada air es, ya siram aja pakai air dingin atau di air kran yang mengalir
Mengupas telur rebus kadang susah banget dan hasilnya nggak sempurna. Coba deh siram air dingin dulu, atau masukkan telur matangnya dalam rendaman air es! Sebab, air es membantu menciptakan perbedaan suhu cepat yang memisahkan isi telur dari cangkangnya, sehingga proses mengupas jadi lebih mudah.
9. Bikin Telur Setengah Matang dengan Mengandalkan Timer
Ternyata nggak sulit kok masak telur setengah matang, kalau kamu mengaktifkan timer di HP | Photo: pinterest.com/evelynsocorro60
Suka galau kalau bikin telur setengah matang nggak, sih? Ternyata tinggal pakai aplikasi stopwatch di ponsel kamu dan masak sesuai kematangan yang kamu inginkan.
10. Tes Tingkat Panas Minyak Pakai Sumpit
Kalau sudah keluar gelembung di sekitar material kayu, minyak sudah siap goreng via id.pinterest.com
Buat yang masih belajar masak, kadang waktu akan menggoreng sulit menentukan apakah minyak sudah panas atau belum. Gampang, coba aja celupin sendok kayu atau sumpit kayu ke minyaknya.
Ketika sumpit dimasukkan, biasanya akan muncul gelembung-gelembung kecil di sekitarnya. Gelembung ini terjadi karena sisa kelembapan yang ada di dalam pori-pori kayu berubah menjadi uap saat bersentuhan dengan minyak panas.
Dari reaksi sederhana itulah kita bisa membaca kondisi minyak. Kalau gelembung mulai muncul, artinya suhu minyak sudah naik dan siap digunakan untuk menggoreng.
Langsung praktikkan di dapurmu masing-masing ya, dijamin aktivitas masakmu makin ciamik layaknya pro. Menghidangkan masakan rumit pun jadi lebih cepat dan praktis. Semoga tips dan trik dapur ini bisa membantumu, ya!
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
Tim Dalam Artikel Ini
