Antrian dan Kuota Haji via islamicbooks.info
Bagi umat Muslim di seluruh dunia, menunaikan rukun Islam kelima ini merupakan sebuah penyempurnaan rukun Islam. Sebuah kehormatan yang sangat baik jika umat Muslim mampu dan bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Namun, bukan hanya harus menyiapkan finansial yang cukup, seringnya haji terkendala oleh berbagai regulasi berkenaan dengan aturan kenegaraan dengan berbagai syaratnya.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, jelas jemaah yang ingin menunaikan haji di Indonesia juga bisa dibilang tertinggi di dunia. Meski memiliki kuota haji terbanyak jika dibandingkan negara-negara lain, realitanya jemaah Indonesia masih harus mengantri panjang.
Seperti kita ketahui bersama, bukan cuma setahun dua tahun saja, tetapi sampai belasan tahun. Bahkan di beberapa daerah mencapai puluhan tahun.
Kalau di Indonesia antrian haji sudah sepanjang ini, sampai-sampai bayi yang baru lahir saja sudah didaftarkan haji, jadi penasaran aja sih, gimana ya antrian dan kuota di negara-negara lain? Yang juga penasaran, yuk simak ulasan Hipwee berikut ini!
1. Indonesia – 221.000
Jemaah haji Indonesia Credit photo via pinterest.com/Aktual
Kabar baiknya, di musim haji 2026 ini, Arab Saudi berbaik hati memberikan kuota jemaah yang terbilang jumbo buat Indonesia, yaitu mencapai 221.000 slot. Angka yang fantastis, kan? Tapi ya gitu, realitanya kita tetap harus memelihara stok sabar yang super luas. Soalnya, rata-rata waktu yang harus kita lalui dari mulai bayar setoran awal sampai beneran angkat koper ke Tanah Suci itu berkisar 30 tahunan. Yup, sebuah perjalanan menanti yang nggak cuma menguji keimanan, tapi juga kedewasaan kita dalam merawat rindu.
2. Pakistan – 179.210
Untuk musim haji 2026, negeri yang terletak di Asia Selatan ini mendapatkan kuota sebanyak 179.210 jemaah. Tidak ada antrian puluhan tahun karena Pakistan menggunakan Sistem Undian Tahunan (Balloting). Jemaah mendaftar setiap tahun. Jika tidak lolos undian digital, mereka harus mendaftar lagi tahun berikutnya.
3. India – 175.000
Jemaah haji India Credit photo via pinterest.com/human online
Tahun ini India mendapat kuota sebanyak 175.000 jemaah. Sama seperti Pakistan, tidak antrian keberangkatan puluhan tahun di Negeri Bollywood. India menggunakan Sistem Undian Digital (Qurrah). Dikelola oleh Komite Haji India. Seleksi dilakukan secara acak berbasis kuota negara bagian setiap tahun tanpa sistem nomor urut porsi jangka panjang.
4. Bangladesh – 127.000
Jemaah haji Bangladesh
Pada musim haji 2026, Bangladesh mendapatkan kuota sebanyak 127.000 jemaah. Negara ini menggunakan sistem registrasi berbasis portal. Menggunakan nomor urut serial digital untuk pelacakan kelayakan berangkat, dengan waktu tunggu relatif pendek (berkisar beberapa tahun saja).
5. Nigeria – 66.910
Jemaah haji Nigeria Credit photo via pinterest.com/legit.ng
Dari Benua Afrika, Nigeria menjadi negara dengan jumlah kuota haji terbanyak. Pada musim haji 2026, Nigeria mendapatkan kuota 66.910 jemaah. Kuota Nigeria mengalami pemangkasan signifikan dari musim lalu (~95.000) oleh Arab Saudi karena pemanfaatan jatah yang nggak optimal pada tahun sebelumnya.
6. Ethiopia – 43.000
Credit photo via Muslims Holy Travel
Mungkin banyak dari kita yang nggak menyangka kalau Ethiopia masuk dalam jajaran pemilik kuota haji jumbo. Yup, untuk musim haji 2026 ini, salah satu negara tertua di dunia ini mendapatkan jatah 43.000 jemaah. Uniknya, walau komunitas Muslim di sana adalah minoritas di antara mayoritas penduduk, antusiasme mereka buat berangkat ke Tanah Suci nggak main-main
7. Aljazair – 41.300
Pada musim haji 2026, Aljazair mendapatkan kuota sebesar 43.300 jemaah. Menggunakan sistem pendaftaran online ketat untuk menekan praktik percaloan; keberangkatan ditentukan per musim tanpa antrean panjang puluhan tahun.
8. Turki – 37.770
Credit photo via The Siasat Daily
Turki merupakan negara di Eropa yang memiliki kuota haji terbanyak. Pada musim haji 2026, Turki mendapatkan jatah 37.770 jemaah. Menggunakan sistem Diyanet yang diatur oleh Badan Urusan Agama Turki dengan kenyamanan fasilitas tinggi, namun kepastian berangkat murni mengandalkan hasil undian tahunan.
9. Mesir – 35.375
Pada musim haji 2026, Mesir mendapatkan kuota sebesar 35.375 jemaah. Mulai tahun ini, Mesir memperketat proses skrining visa haji resmi untuk menekan angka jemaah ilegal yang sempat marak pada musim-musim sebelumnya.
10. Iraq – 34.000
Credit photo via pinterest.com slash MD Mirazh Uddin Rifat
Berada di posisi sepuluh besar, ada Irak yang mengantongi kuota sebanyak 34.000 jemaah di musim haji tahun ini. Melewati berbagai dinamika geopolitik yang pasang surut, kerinduan masyarakat Irak terhadap Baitullah tetap membumbung tinggi. Proses pendaftaran di sana dikelola langsung oleh Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak dengan menerapkan sistem kombinasi antara kuota wilayah dan undian elektronik.
Memahami Perbedaan Masa Tunggu
Pernah nggak sih kamu penasaran, kenapa kita di Indonesia musti memelihara rasa sabar sampai berpuluh-puluh tahun buat bisa berangkat haji, sementara di negara tetangga atau belahan dunia lain ceritanya bisa beda banget?
Semua itu balik lagi ke aturan main atau sistem antrean yang diterapkan oleh pemerintah negara masing-masing. Secara umum, dunia per-hajian ini terbagi menjadi dua kubu besar dalam menentukan siapa yang berhak berangkat duluan.
1. Sistem Antrean Senioritas (Seniority Queue)
Diterapkan oleh Indonesia dan Malaysia. Begitu membayar setoran awal, kamu langsung mengunci nomor porsi. Sisi positifnya, kamu mendapatkan kepastian tahun keberangkatan. Sisi negatifnya, antrean menumpuk hingga puluhan tahun karena tingginya animo masyarakat.
2. Sistem Undian Tahunan (Annual Balloting/Qurrah)
Diterapkan oleh Pakistan, India, dan sebagian besar negara Timur Tengah/Afrika. Di sini, peluang semua pendaftar disetarakan setiap tahun melalui sistem acak komputer. Jika tidak beruntung, uang setoran dikembalikan penuh dan calon jemaah bisa mencoba peruntungan kembali di musim haji berikutnya.
Akhir Kata
Itu dia negara dengan kuota haji terbanyak. Kuota di atas merupakan kuota yang ditentukan pemerintah Arab Saudi untuk negara-negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak. Angka tersebut merupakan pertimbangan dengan perbandingan 1:1000 penduduk Muslim di negara tersebut. Sedangkan antrian jemaah haji setiap negara berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakan masing-masing negara.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
Tim Dalam Artikel Ini







